Press "Enter" to skip to content

Arus Mudik Trans Jawa Meningkat Tajam, JTT Terapkan One Way Nasional

Social Media Share

Semangat pulang kampung terasa di setiap laju kendaraan yang memenuhi jalur Trans Jawa menuju kampung halaman. (Foto: Ist)

CIKAMPEK, NP – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat lonjakan signifikan mobilitas masyarakat pada arus mudik Idulfitri 1447 H/2026 menuju wilayah Timur Trans Jawa. Seiring dengan itu, JTT bersama Kepolisian mengoptimalkan rekayasa lalu lintas berupa one way nasional dan lokal guna menjaga kelancaran arus kendaraan.

Pada periode H-10 hingga H-3 (11–18 Maret 2026), sebanyak 523.223 kendaraan tercatat melintas menuju arah Timur melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama. Volume tersebut meningkat 132,38% dibandingkan lalu lintas normal yang mencapai 225.159 kendaraan.

Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, mengatakan bahwa pada 18 Maret 2026 saja tercatat 135.772 kendaraan melintas. “Jumlah ini meningkat signifikan sebesar 401,73% dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 27.061 kendaraan. Capaian ini bahkan melampaui prediksi yang telah ditetapkan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025, volume lalu lintas juga meningkat sebesar 7,31% dari 126.518 kendaraan,” jelas Ria dalam keterangan pers, Kamis (19/3/2026).

Ia menambahkan, untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, JTT bersama Kepolisian telah menerapkan rekayasa lalu lintas secara terintegrasi. “Rekayasa tersebut meliputi contraflow di KM 36 sampai KM 70 arah Cikampek pada Ruas Tol Jakarta–Cikampek, dilanjutkan one way nasional dari KM 70 GT Cikampek Utama hingga KM 414 GT Kalikangkung, serta one way lokal dari KM 414 hingga KM 459 ruas Tol Semarang–Solo,” ujarnya.

Selain itu, JTT juga mengoperasikan 22 gardu dan 16 unit mobile reader di GT Cikampek Utama secara situasional. “Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran transaksi serta meminimalkan antrean kendaraan di gerbang tol,” kata Ria.

Guna mendukung distribusi lalu lintas, JTT juga memberlakukan potongan tarif tol sebesar 23% untuk seluruh transaksi di ruas Batang–Semarang sejak 12 hingga 31 Maret 2026. “Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mendistribusikan lalu lintas serta memberikan manfaat langsung bagi pengguna jalan,” tambahnya.

Sementara itu, arus kendaraan dari wilayah Timur Trans Jawa menuju Jakarta melalui GT Cikampek Utama tercatat mengalami penurunan. Sebanyak 172.082 kendaraan melintas, turun 22,10% dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 220.912 kendaraan.

Peningkatan volume kendaraan juga terjadi di sejumlah ruas tol JTT Group di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di Jawa Tengah, arus menuju Semarang melalui GT Kalikangkung tercatat 271.388 kendaraan atau naik 114,63%, sementara arus keluar Semarang turun 11,73% menjadi 105.780 kendaraan. Di GT Banyumanik, arus menuju Solo mencapai 303.178 kendaraan atau meningkat 70,70%, sedangkan arah Jakarta turun 3,15% menjadi 140.177 kendaraan.

Adapun di Jawa Timur, arus menuju Surabaya melalui GT Warugunung tercatat 189.416 kendaraan atau naik 19,29%, sementara arah Jakarta meningkat 28,45% menjadi 192.062 kendaraan. Di GT Kejapanan Utama, sebanyak 195.741 kendaraan menuju Malang atau naik 7,56%, dan 197.585 kendaraan menuju Surabaya atau naik 1,43%. Sementara di GT Singosari, arus menuju Malang mencapai 107.208 kendaraan atau naik 2,76%, dan arah Surabaya meningkat 3,33% menjadi 101.263 kendaraan.

PT JTT mengimbau pengguna jalan tol Trans Jawa untuk tetap mengutamakan keselamatan, merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, serta memastikan kecukupan BBM dan saldo uang elektronik sebelum melakukan perjalanan. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *