Press "Enter" to skip to content

Tahun Baru Hijriyah dan Makna Kemenangan

Social Media Share

Peringatan Tahun Baru Hijriyah pada 1 Muharram 1444 H bertepatan dengan 30 Agustus 2022 bagi umat Islam di Indonesia menjadi salah satu momen penting dengan memaknainya dari berbagai sisi.

Tahun baru hijriyah digunakan sebagai kalender umat Islam di seluruh dunia. Dinamakan Hijriyah karena mengambil momen hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah menuju Yatsrib (Madinah).

Sejarah mengungkap, keputusan Rasulullah untuk hijrah dari Mekkah menuju Madinah merupakan bagian dari perjuangan Rasulullah SAW. Karena pada titik perjuangan tersebut, penyebaran agama Islam oleh Rasulullah sudah dilakukan secara terang-terangan yang menuai kemarahan dan perlawanan keras dari pemuka kaum Quraisy.

Dinukil dari uinsby.ac.id, saat Rasulullah SAW merasa gangguan kaum mushrikin Quraysh bertambah meningkat, Rasulullah pergi ke Ṭaif dengan harapan akan memperoleh dukungan penduduk setempat. Pertimbangannya, karena di masa kanak-kanak, Rasulullah pernah disusui oleh seorang perempuan dari keluarga Bani Sa’ad yakni Halimah as-Sa’diyah yang letak pemukimannya dekat dari Ṭaif.

Namun, Rasulullah mendapat kenyataan tak terduga, ajakan agar penduduk Taif memeluk agama Islam dan menyembah Allah SWT dijawab dengan kasar. Di Taif, para gelandangan, budak dan anak-anak kecil telah diprovokasi pemuka Quraisy untuk memaki bahkan melempari Rasulullah SAW dengan batu hingga kaki beliau berdarah.

Setelah peristiwa penolakan penduduk Ṭaif dengan keras itu, akhirnya Rasulullah kembali ke Makkah. Kembalinya Rasulullah ke Makkah membuat kaum mushrikin Quraysh semakin menjadi-jadi perlawanannya kepada Rasulullah. Apalagi setelah Nabi Muhammad SAW menyampaikan tentang peristiwa luar biasa yang beliau alami, yaitu Isra’ Mi’raj. Kaum musyrikin Quraisy seolah mendapatkan senjata baru untuk menyerang Rasulullah. Pemuka Quraisy menuduh Rasulullah sebagai melakukan kebohongan karena menyampaikan berita tidak masuk akal.

Nabi bersama para sahabat di antaranya Abu Bakar ash-Shiddiq kemudian, melakukan perjalanan jauh dan melelahkan menuju Yastrib. beberapa kali Rasulullah singgah untuk beristirahat. Salah satunya bertahan 3 hari di Gua Tsur.

Tibanya Nabi Muhammad di Yatsrib adalah titik penting bagi sejarah Islam. Rasulullah kemudian membentuk kekuatan baru di tanah Arab, yang tidak dipersatukan oleh ikatan darah atau ikatan apa pun, kecuali persaudaraan atas dasar keimanan kepada Allah SWT.

Adanya banyak hal bisa kita maknai dari hijrah nya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Yang pasti, dengan hijrah kita bisa menemukan hal baru dan lebih baik. Asalkan, hijrah yang kita lakukan selalu dalam kerangka memohon perlindungan Allah SWT agar kehidupan kita bisa menjadi lebih baik untuk memperoleh kemenangan.(har)

 

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *