Press "Enter" to skip to content

Perayaan HUT ke 86, Prof. Satyanegara Sempat Kilas Balik Masa Lalu Mengabdi di RSPP, Tim Dokter Kepresidenan

Social Media Share

Tenaga kesehatan, mulai dari profesi dokter, dokter gigi, apoteker, perawat, fisioterapis, bidan, tenaga vokasi farmasi mendominasi suasana peringatan dan perayaan HUT ke 86 ahli bedah saraf, Prof. Satyanegara.(Ist)

 

JAKARTA, NP – Tenaga kesehatan, mulai dari profesi dokter, dokter gigi, apoteker, perawat, fisioterapis, bidan, tenaga vokasi farmasi mendominasi suasana peringatan dan perayaan HUT ke 86 ahli bedah saraf, Prof. Satyanegara di Pondok Indah Glof Course, Kebayoran Lama Jakarta Selatan, Minggu (1/12/2024).

Tetapi di tengah dominasi tenaga kesehatan, ada juga profesi lain termasuk mantan pejabat tinggi, yakni mantan Jaksa Agung (Nov. 2014 – Nov. 2019) Prasetyo, mantan Gubernur Lemhanas (2011 – 2016) Budi Susilo Soepandji. Selain, ada beberapa pengusaha swasta nasional seperti Sofjan Wanandi (pemilik bisnis Gemala Group. sekarang Santini Group), Tan Kian (Dua Mutiara Group; pemilik Hotel Jw Marriott dan Ritz Carlton).

(kiri – kanan); mantan Jaksa Agung (Nov. 2014 – Nov. 2019) Prasetyo, SD Darmono (Jababeka), Sigit Samsu (CEO Berkah Maju Sejahtera, Aerostarjet Aviation), mantan Gubernur Lemhanas (2011 – 2016) Budi Susilo Soepandji , pada acara HUT ke 86 Prof. Satyanegara.(Ist)

Di sela acara HUT, Prof. Satyanegara mengucapkan syukur dan rasa terima kasih kepada semua kamu kerabat seperti para tenaga kesehatan RSPP (Rumah Sakit Pusat Pertamina), RSSN (Rumah Sakit Satya Negara) Sunter, Tzu Chi hospital, Mayapada Lebak Bulus, dan lain sebagainya. Bahkan, para teman sekolah di Semarang (Jawa Tengah), Surabaya (Jawa Timur) tahun 1950 – 1960 an.

Pada kata sambutannya, Prof Satyanegara kembali mengenang masa-masa ketika ia dipanggil mantan presiden Soeharto tahun 1972 untuk kembali ke Indonesia, dan mengabdi pada RSPP.

Beberapa pengusaha swasta nasional seperti Sofjan Wanandi (pemilik bisnis Gemala Group. sekarang Santini Group), Tan Kian (Dua Mutiara Group; pemilik Hotel Jw Marriott dan Ritz Carlton), SD Darmono (Jababeka) pada perayaan HUT ke 86 Prof. Satyanegara.(Ist)

“Saat saya baru saja pulang ke Indonesia (September 1972), karena diminta Presiden Soeharto. Setelah mengabdi di RSPP, karena terlanjur posisi saya sudah terjun (mengabdi) di masyarakat, tugas saya tiga kali lipat,” kata Prof. Satyanegara yang disambut meriah oleh para tamu undangan.

Sebagai Tim dokter kepresidenan di era Presiden Soeharto, ia juga harus melayani anggota keluarganya. Ia harus tangani rumah sakit (poliklinik) milik Pertamina di berbagai daerah seperti Balikpapan (Kalimantan Timur), Manado (Sulawesi Utara), kec. Pangkalan Susu (Kab. Langkat, Sumatera Utara), Pangkalan Brandan (kawasan pelabuhan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara). Awalnya ia ditugaskan sebagai kabag operasi. Sekitar satu tahun kemudian, ia dipercaya tangani ruang-ruang operasi di seluruh rumah sakit/poliklinik milik Pertamina. Waktu itu, ada 15 poliklinik di beberapa daerah, dan dua rumah sakit termasuk RSPJ (Jl. Jend. Ahmad Yani, Cempaka Putih Jakarta Pusat), sehingga keseluruhan 17 rumah sakit.

Pemilik bisnis Gemala Group/Santini Group, Sofjan Wanandi (ke 2 dari kiri) berfoto bersama pada perayaan HUT ke 86 Prof. Satyanegara (kanan).(Ist)

“Termasuk perencanaan pembangunan fisik RSPP. Sirkulasi para tenaga kesehatan (dokter, perawat) dari ujung sampai ujung (gedung lama RSPP) cukup luas. Saya memberanikan diri untuk memperluas gedung B RSPP yang awalnya hanya dua lantai, ditingkatkan menjadi tujuh lantai. saya bikin satu kamar rawat khusus, nomor kamar 535 dengan desain semi ICU (instalasi gawat darurat). Kamar rawat 535 direncanakan untuk pasien VVIP, VIP. Sehingga ketika dirawat, tidak bercampur dengan pasien lain. Kepala negara (alm. Soeharto, Presiden ke -2 RI) juga menghembuskan nafas terakhir di ruang 535 tanggal 28 Januari 2008, yang mana saya mendampingi beliau (sebagai tim dokter kepresidenan) selama 36 tahun,” kenang Prof. Satyanegara di hadapan sekitar 700 tamu undangan.(Liu)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *