Press "Enter" to skip to content

Mika Panjaitan Bantu Siswa Tak Mampu Melalui Bimbel CMP

Social Media Share

Pendiri Bimbel Cerdas Merah Putih  (CMP ) Ir. Mika Panjaitan tengan diwawancarai awak media. (Foto:Ist)

JAKARTA, NP – Keinginan memfasilitasi hak pendidikan keluarga kurang mampu. Itulah semangat yang terbangun dari seorang Ir. Mikha Panjaitan, owner dari Quantum Bimbel. Quantum Bimbel selama ini dikenal  populer dikalangan pelajar dengan latar belakang ekonomi tingkat menengah.

Hingga awal 2014, Mika bersama Rekan-rekan Aktivis Pendidikan dan para Tokoh Nasional baik dari Birokrat, TNI/POLRI dan Wira Usaha, bimbel khusus bagi anak dengan latar belakang kurang mampu, mendirikan Bimbel “Cerdas Merah Putih” (CMP). CMP  yang memulai aktivitas di kawasan selatan Jakarta ini, dengan menggalang pelajar yang berkekurangan secara ekonomi untuk ikut bergabung dalam bimbel Cerdas Merah Putih.

Untuk diketahui, Bimbel Cerdas Merah Putih adalah sebuah lembaga bimbingan belajar khusus untuk warga kurang mampu. CMP yang didirikan Ir. Mika Panjaitan, berawal dari keinginan memfasilitasi hak pendidikan keluarga kurang mampu.

Bimbel Cerdas Merah Putih yang memulai aktivitas di kawasan selatan Jakarta, dengan menggalang pelajar yang berkekurangan secara ekonomi untuk ikut bergabung dalam bimbel Cerdas Merah Putih.

Mika, menuturkan betapa tantangannya sangat rumit untuk memberikan bimbingan kepada kelompok anak dari keluarga kurang mampu karena pada umumnya mayoritas mereka tidak memiliki rasa percaya diri untuk merubah kondisi ekonomi keluarga yang pada umumnya berkegiatan sebagai pemulung dan buruh cuci.

“ Namun dengan metode “Belajar Cara Belajar” anak-anak yang tadinya sudah apatis untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dari sekolah dasar dan menengah, menjadi antusias dengan berbagai sentuhan yang diberikan Bimbel CMP. Sembilan tahun sudah sejak 2014, saat ini anak-anak dari latar belakang keluarga kurang mampu sudah ada yang belajar diberbagai perguruan tinggi negeri bahkan ada yang mendapatkan beasiswa dari Universitas Indonesia,”ujar Mika.

Bonus Demografi

Mika kembali menegaskan, agar momen Bonus Demografi Generasi Muda Indonesia ditahun 2045 harus sungguh-sungguh dimanfaatkan sebagai modal sumber daya yang berkemampuan dan cerdas untuk memenangkan kompetisi global dan untuk semua itu dibutuhkan stablitas kepemimpinan seperti era saat ini, negeri kita menjadi pusat perhatian dunia dinakhodai Joko Widodo.

Menurut Mika, berbagai kejutan dilakukan melalui kebijakan ekonomi global indonesia, kita dapat melewati Pandemi Covid 19 yang banyak meruntuhkan  ekonomi negara maju.

CMP tegas dia, akan fokus juga mengkampanyekan keberlangsungan estafet kepemimpinan nasional khususnya kepada pemilih pemula atau swing votter, agar estafet Jokowi dapat diteruskan Pemimpin yang amanah dan merakyat serta memiliki kecerdasan.

Terkait itu, kemarin, Rabu, (9/8/2023) kemarin, Lembaga Kajian Nawacita (LKN), melaunching buku “Jokowi The Most Effective Economic Leader in The World: Deserves To Be Proposed As Recipient Of The Nobel Economic Prize” dan Pengusulan Nama Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) Sebagai Penerima Hadiah Nobel Ekonomi dari Komite Nobel di Oslo-Norwegia. di Gedung DeCenter Jakarta Selatan.(red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *