Press "Enter" to skip to content

Pemerintah Tinjau Fasilitas Penunjang Desa Sigapiton Sebagai Salah Satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba

Social Media Share

JAKARTA, NP – Pemerintah melalui Kedeputian Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melakukan kunjungan lapangan ke Desa Sigapiton, Kabupaten Toba, pada Rabu (07-10-2020). Desa Sigapiton merupakan  salah satu dari empat desa yang menjadi desa wisata di Kabupaten Toba.

Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Sartin Hia mengatakan, “Kegiatan ini dilakukan untuk meninjau pengembangan fasilitas penunjang desa wisata Desa Sigapiton sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba.”

Asdep Sartin memaparkan bahwa akan dilakukan berbagai pembangunan guna menunjang aksesibilitas, atraksi dan amenitas Desa Sigapiton sebagai salah satu desa wisata. Pembangunan ini mencakup bedah rumah, pendirian homestay, restoran, serta toilet bertaraf internasional sebagai bagian dari program CSR Pertamina.

Lebih lanjut Asdep Sartin menambahkan, melalui kerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, akan dibangun 20 unit homestay dan program bedah rumah bagi 42 unit rumah demi mendukung pendirian homestay.

Secara khusus, pemerintah akan membangun dermaga penyeberangan untuk menghubungkan Pulau Samosir dengan wilayah Kaldera, Danau Toba di bibir pantai Desa Sigapiton.

“Dermaga dibangun untuk memudahkan transportasi dari satu wilayah ke wilayah lainnya, supaya wisatawan cepat dan mudah kalau mau datang ke sini. ” Jelas Kepala Desa Sigapiton Hisar Butarbutar. Ia menginformasikan bahwa pelabuhan ini akan dibangun selebar 30 meter dan diharapkan selesai pada awal tahun 2021.

Kades Hisar menjelaskan bahwa ruangan yang ada di dalam rumah pun dapat disewakan kepada pengunjung Desa Sigapiton. Meskipun setiap rumah yang dibangun berdasarkan program ini belum tentu sama secara desain, tetapi semua rumah diharuskan menggunakan Gorga. Ornamen ini merupakan sebuah ukiran berwarna merah, hitam, dan putih yang biasanya terdapat pada bagian eksterior rumah adat Batak Toba. Sehingga nilai budaya asli Batak Toba pun tetap lestari.

Pembangunan di Desa Sigapiton melibatkan sinergi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, PT Pertamina, PT Pegadaian, Kementerian Desa, dan investor.(rls)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan