Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI membahas kesiapan pangan nasional. (Foto: Ist)
JAKARTA, SP – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan kondisi produksi, pasokan, dan stok pangan strategis nasional berada dalam keadaan cukup dan aman untuk menghadapi bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah hingga Hari Raya Idul Fitri 2026. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR RI.
“Proyeksi produksi pangan strategis nasional menunjukkan kecukupan pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, sekaligus menggambarkan kondisi harga komoditas pangan di tingkat produsen,” ujar Mentan Amran dalam keterangan pers, Selasa (3/2/2026).
Mentan Amran menjelaskan, sejumlah komoditas utama seperti beras, jagung, bawang merah, cabai merah, daging ayam, telur ayam, dan minyak goreng dipastikan dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri. Sementara itu, komoditas kedelai, bawang putih, daging sapi, dan gula konsumsi dipenuhi melalui kombinasi produksi domestik serta pengelolaan pasokan dari luar negeri guna menjaga stabilitas.
“Kami terus melakukan antisipasi Ramadhan dan Idul Fitri melalui penghitungan prognosa pangan strategis serta pemantauan harga secara intensif. Hingga akhir Maret 2026, stok seluruh komoditas pangan strategis berada dalam kondisi cukup,” jelasnya.
Untuk komoditas beras, Mentan Amran menegaskan kondisi nasional sangat terkendali. Pada periode Ramadhan, Indonesia memiliki stok awal sekitar 11,61 juta ton, ditambah produksi sekitar 7,98 juta ton, dengan kebutuhan sekitar 5,12 juta ton. Dengan demikian, neraca beras nasional mencatat surplus sekitar 14,48 juta ton. Adapun stok beras nasional pada Januari 2026 tercatat sekitar 3,34 juta ton, yang dinilai sangat memadai untuk menjaga stabilitas hingga Idul Fitri.
Selain itu, Mentan Amran juga menyebutkan langkah hilirisasi di sektor perunggasan melalui pembangunan 30 unit industri ayam dengan pendanaan Danantara, serta penguatan UMKM dan peternak melalui dukungan APBN dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Berbagai terobosan lain turut dilakukan, antara lain pengamanan produksi di tengah musim hujan dan panen raya, distribusi pasokan dari wilayah surplus ke wilayah defisit, monitoring harga harian melalui early warning system, koordinasi intensif dengan pelaku usaha serta BUMN dan BUMD pangan, hingga pelaksanaan operasi pasar dan pengawasan bersama Satgas Pangan.
“Dengan kondisi pasokan yang memadai serta langkah pengamanan yang terus kami lakukan, kami optimistis ketersediaan dan stabilitas harga pangan strategis selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah dapat terjaga dengan baik, sekaligus tetap melindungi petani dan peternak nasional,” tegas Mentan Amran. (red)







Be First to Comment