Mentan Andi Amran Sulaiman menekankan pengawasan ketat pada perantara agar pasokan pangan lancar dan harga tidak melambung.(Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pasokan daging sapi, ayam, dan telur dalam kondisi aman. Ia meminta penindakan tegas terhadap pihak yang menahan pasokan hingga memicu kenaikan harga.
Menyusul laporan Badan Pusat Statistik (BPS) soal kenaikan harga pangan, Mentan Amran menegaskan, semua rekomendasi impor sapi dan daging telah diterbitkan sejak Desember 2025. “Kebutuhan sapi dan daging sapi sudah kita penuhi dan stok aman,” ujarnya di Kantor Bapanas, Rabu (4/3/2026).
Amran menambahkan, kenaikan harga justru terjadi di tingkat perantara atau middleman. Pemerintah meminta Satgas Pangan, Ditkrimsus, dan jajaran kepolisian melakukan pengawasan serta penindakan tegas, termasuk penyegelan bila terbukti menahan stok atau bermain harga.
Pemerintah menargetkan seluruh komoditas strategis tetap di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), memastikan pasokan dari hulu ke pasar lancar tanpa ruang untuk spekulasi.
Mentan Amran juga mengapresiasi pelaku usaha pangan, seperti Japfa dan Charoen Pokphand, yang menjaga produksi dan memperluas akses pasar. Pada Maret 2026, ekspor produk unggas mencapai 545 ton senilai Rp18,2 miliar ke Singapura, Jepang, dan Timor Leste.
Senada, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, mengusulkan penguatan pengawasan harga, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri. Ia menekankan pentingnya transparansi harga di pasar melalui panel harga yang rutin diperbarui agar konsumen mengetahui harga riil.
Agung menambahkan, pihaknya telah melakukan konsolidasi untuk memastikan pasokan dan stabilitas harga tetap terjaga. “Kami mohon pelaku perunggasan turut mengawal stabilitas agar tidak terjadi kenaikan berlebihan di tingkat pedagang,” pungkasnya.(red)







Be First to Comment