Press "Enter" to skip to content

Sinergi Bangun Transportasi Publik, Flyover Soebianto dan JPO Tenjo Diresmikan

Social Media Share

Executive Vice President PT KAI Daop 1 Jakarta, Yuskal Setiawan (kanan), bersama Bupati Bogor, Rudy Susmanto, memperlihatkan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan PT KAI terkait pemanfaatan lahan di sekitar stasiun kereta.(Ist

BOGOR, NP — Upaya peningkatan keselamatan dan konektivitas transportasi publik di Kabupaten Bogor mendapat angin segar. Flyover Soebianto dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tenjo resmi diresmikan oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dalam sebuah seremoni yang digelar di Gedung Podomoro Marketing Gallery, Tenjo, Selasa (21/10/2025).

Dua infrastruktur penting ini menjadi hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Bogor, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan Agung Podomoro Group, tanpa menggunakan dana APBD. Peresmian ini sekaligus menandai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Bogor dan PT KAI terkait pemanfaatan lahan di sekitar sembilan stasiun di wilayah tersebut, termasuk Stasiun Tenjo, yang berada pada lintas KRL Commuter Line Tangerang–Maja–Rangkasbitung.

Executive Vice President PT KAI Daop 1 Jakarta, Yuskal Setiawan, menyebut pembangunan flyover dan JPO sebagai bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung keselamatan perjalanan dan aksesibilitas masyarakat.

“Ini langkah konkret mengurangi risiko perlintasan sebidang dan mendukung mobilitas masyarakat. Kami apresiasi kerja sama erat yang dibangun antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan BUMN,” ujar Yuskal dalam keterangan tertulis, Rabu (22/10/2025).

Ia mengungkapkan, masih terdapat 57 perlintasan sebidang aktif di wilayah Kabupaten Bogor, yang memerlukan perhatian serius. Keberadaan infrastruktur seperti Flyover Soebianto menjadi solusi jangka panjang dalam menekan potensi kecelakaan serta menjaga kelancaran operasional kereta api.

Bupati Bogor Rudy Susmanto turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur tersebut, yang dinilainya sebagai bentuk tanggung jawab bersama membangun daerah.

“Ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi tonggak sejarah baru dalam kolaborasi pembangunan Kabupaten Bogor berbasis transportasi publik,” ungkap Rudy.

Lebih dari sekadar infrastruktur, kolaborasi ini diharapkan menjadi model pengembangan kawasan berbasis integrasi moda transportasi, yang memberi nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Acara peresmian juga dihadiri oleh Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, para kepala SKPD, serta direksi BUMD dan RSUD Kabupaten Bogor.(red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *