Momen kebersamaan usai penutupan TEI 2025.(Ist)
JAKARTA, NP .— Menteri Perdagangan RI Budi Santoso secara resmi menutup gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 Tahun 2025 di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (19/10/2025). Ribuan pelaku usaha dari berbagai negara mulai kembali ke negaranya masing-masing, termasuk puluhan pengusaha asal Pakistan.
Partisipasi Pakistan dalam TEI kali ini terbilang signifikan. Melalui koordinasi Kedutaan Besar RI di Islamabad dan Konsulat Jenderal RI di Karachi, lebih dari 60 pengusaha dari berbagai kota—mulai dari Islamabad, Lahore, Karachi hingga Gwadar—ikut meramaikan pameran dagang terbesar Indonesia itu.
“Ini kali kedua saya hadir di TEI. Saya melihat potensi besar yang belum tergarap antara dunia usaha Indonesia dan Pakistan,” ujar Haseeb Khan, pimpinan Harmann Pharmaceutical Laboratories dan Ketua Pakistan-Indonesia Business Circle (PIBC), Senin (20/10). Khan menyebut pihaknya telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan Indonesia, PT Ultra Sakti.
Optimisme serupa disuarakan Duta Besar RI untuk Pakistan, Chandra W. Sukotjo. Ia menilai, kerja sama Indonesia–Pakistan perlu diperluas ke sektor-sektor baru, termasuk farmasi, industri halal, energi baru terbarukan, ekonomi digital, dan teknologi pertanian.
“Perdagangan kedua negara tumbuh positif. Ekspor Indonesia ke Pakistan periode Januari–Juli 2025 mencapai USD 2,16 miliar—naik 21,83% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Chandra saat membuka Pakistan Economic Networking Forum: Building a Shared Future di sela TEI.
Acara tersebut terselenggara atas kolaborasi KBRI Islamabad, KJRI Karachi, KADIN Indonesia, dan International Creatives Exchange (ICE)—sebuah platform interaksi people-to-people contact yang digagas diaspora Pakistan di Jakarta, Atta-ul-Karim.
Pakistan saat ini menempati peringkat ketiga di Asia Selatan dalam daftar investor di Indonesia, dengan total nilai investasi sebesar USD 36,6 juta dalam 1.742 proyek sepanjang 2020–2025. Kementerian Investasi/BKPM mencatat, hingga semester I 2025, realisasi investasi nasional telah mencapai Rp 942,9 triliun atau 49,5% dari target tahunan.
“Perdagangan adalah kepercayaan, investasi adalah komitmen, dan jejaring adalah koneksi hati dan ide. Kedua negara bersahabat ini memiliki fondasi kuat sebagai negara Muslim terbesar di dunia,” ujar Bernardino M. Vega, Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Hubungan Internasional. Ia juga menekankan pentingnya langkah beyond trade numbers dengan melibatkan influencer sebagai jembatan kerja sama lintas masyarakat.
Senada, Naseem Rashed, Atase Perdagangan dan Investasi Kedubes Pakistan di Jakarta menegaskan, Pemerintah Pakistan berkomitmen mendorong lebih banyak kolaborasi bisnis langsung antar pelaku usaha (B2B engagement).
Sebagai penanda pentingnya hubungan bilateral yang telah berlangsung lebih dari tujuh dekade, dua buku diluncurkan di hadapan para pelaku usaha. Buku pertama, “75 Years of Indonesia–Pakistan Bilateral Relations: Two Friends, One Spirit,” karya Atta-ul-Karim, menyoroti perjalanan diplomasi dan figur-figur kunci. Buku kedua, “Islamabad to Jakarta: A Personal Reflection,” ditulis Shams Abbasi, jurnalis Associated Press of Pakistan, yang merekam pengalaman personal dalam mengamati dinamika hubungan kedua negara.(red)







Be First to Comment