Kiri ke kanan) Hariyadi Sukamdani, Yulia Maria, Rizky Handayani, dan Alistair Speirs saat pembukaan H3 Summit 2025 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (25/9/2025).(Ist)
JAKARTA, NP – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong Himpunan Humas Hotel (H3) Indonesia untuk mengambil peran strategis dalam menyosialisasikan pengembangan pariwisata berkelanjutan dan berkualitas. Hal ini disampaikan Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani, dalam pembukaan H3 Summit 2025 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (25/9).
Dalam sambutannya, Rizki menyebut sektor perhotelan merupakan tulang punggung utama industri pariwisata nasional. Menurutnya, citra pariwisata Indonesia kerap kali dibentuk dari kualitas layanan dan akomodasi hotel yang pertama kali ditemui wisatawan.
“Peran humas sangat vital dalam membentuk persepsi positif, tidak hanya soal fasilitas hotel, tetapi juga bagaimana industri ini turut membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan,” ujar Rizki dalam keterangannya, Jumat, (26/9/2025).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tren pariwisata global kini bergerak ke arah keberlanjutan, sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca dan target net zero emission pada 2060.
“Hotel-hotel harus menjadi pionir. Mulai dari pengelolaan limbah, efisiensi energi, sampai keterlibatan masyarakat lokal. Praktik baik ini harus dikomunikasikan oleh para humas hotel agar publik tahu dan turut mendukung,” katanya.
Rizki juga menyebut berbagai program yang tengah dijalankan Kemenpar, seperti penanganan food waste, penerapan Blue, Green, dan Circular Economy, serta penghargaan Green Hotel. Ia menegaskan bahwa tahun depan, Kemenpar akan memprioritaskan hotel-hotel yang telah menerapkan prinsip SDGs untuk mengikuti pameran-pameran internasional.
“Pasar kini menaruh perhatian pada aspek lingkungan. Hotel-hotel yang mengadopsi prinsip ramah lingkungan akan lebih dilirik,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PHRI Hariyadi Sukamdani menyatakan bahwa prinsip keberlanjutan tak dapat dipisahkan dari industri pariwisata masa kini. Ia mengungkapkan bahwa banyak hotel di bawah naungannya telah menerapkan praktik ramah lingkungan seperti pemurnian air, daur ulang tekstil, hingga pengomposan.
“Ini bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan. Efisiensi energi dan keberlanjutan adalah kunci daya saing industri ke depan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Umum H3 Yulia Maria menegaskan komitmen organisasinya untuk mendorong narasi positif seputar ESG (lingkungan, sosial, dan tata kelola) di industri hotel. Ia menyebut, melalui tema H3 Summit 2025 “How Sustainability in Tourism Will Improve Your Hotel Business & Reputation”, H3 siap menjadi garda depan komunikasi pariwisata berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa komunikasi yang baik akan mendorong pemahaman publik dan pelaku industri terhadap pentingnya keberlanjutan,” ujar Yulia.
Turut hadir dalam forum tersebut antara lain Executive Committee Jakarta Hotel Association Carlos Monterde, konsultan keberlanjutan MVB Alistair Speirs, Dewan Pakar IHGMA Angkoso Soekadari, serta Sekretaris Umum Perhumas Benny Butarbutar.(red)







Be First to Comment