Press "Enter" to skip to content

Penerbangan Internasional Kembali Dibuka di Semarang dan Palembang

Social Media Share

Kini terbang langsung ke Semarang dari Kuala Lumpur lebih mudah, setelah AirAsia resmi meluncurkan rute internasional baru ini.(Ist)

SEMARANG, NP — Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, kembali melayani penerbangan internasional mulai Jumat (5/9/2029). Rute perdana Semarang–Kuala Lumpur yang dioperasikan oleh AirAsia menandai pembukaan kembali akses luar negeri dari kota ini setelah beberapa tahun vakum.

Rute tersebut akan terbang setiap hari, dengan frekuensi tujuh kali dalam seminggu. Pembukaan kembali layanan internasional di Semarang menjadi bagian dari kebijakan pemerintah yang menetapkan 36 bandara internasional di Indonesia, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional memperluas konektivitas udara dan mendorong pemerataan ekonomi di luar kota-kota besar.

“Pembukaan rute ini diharapkan memperkuat konektivitas global Indonesia dan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Dudy dalam keterangan tertulis, Jumat (5/9/2029).

Optimisme serupa disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Menurutnya, penerbangan langsung dari luar negeri akan memberi dampak positif pada sektor pariwisata dan perdagangan lokal.

“Dengan koneksi langsung ini, pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah akan lebih cepat. Produk lokal pun berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Taj Yasin dalam acara peresmian penerbangan di Bandara Ahmad Yani.

Ia mencatat bahwa saat ini telah ada 8.553 penumpang yang akan bepergian melalui rute baru ini, baik dari Jawa Tengah maupun dari Kuala Lumpur.

Sebelum pandemi, Bandara Ahmad Yani mencatat hampir 230.000 penumpang internasional pada 2019. CEO InJourney Airports Regional IV, Rahadian D. Yogisworo, berharap rute ini menjadi awal dari kembalinya posisi Semarang sebagai pintu masuk utama ke Jawa Tengah.

“Kami juga tengah mempersiapkan pembukaan rute ke Singapura yang direncanakan mulai November mendatang,” ujar Rahadian.

Dari sisi pariwisata, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah, Muhammad Masrofi, memproyeksikan peningkatan kunjungan wisatawan asing hingga 38 persen dalam setahun mendatang.

Palembang Tumbuhkan Penumpang Internasional

Langkah serupa juga terjadi di Palembang. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II kembali membuka layanan penerbangan internasional sejak 18 Juli 2025. Rute Kuala Lumpur–Palembang dilayani oleh AirAsia Berhad dengan frekuensi harian. Load factor penerbangan perdana tercatat di atas 90 persen.

Maskapai Batik Air Malaysia dijadwalkan membuka rute serupa mulai 13 September 2025 dengan frekuensi tiga kali seminggu. Sementara itu, Scoot akan melayani rute Singapura–Palembang mulai Januari 2026.

Tak hanya penerbangan reguler, Bandara SMB II juga mulai melayani penerbangan Umrah. Lion Air dan Garuda Indonesia masing-masing telah membuka rute Palembang–Jeddah pada Juli 2025, dengan total tiga penerbangan per minggu.

Sejak dibuka kembali, pergerakan penumpang internasional di Palembang menunjukkan peningkatan signifikan. Dari 4.481 penumpang pada Juli 2025 menjadi 10.166 penumpang pada Agustus 2025.

Menhub Dudy menyebut bahwa Semarang dan Palembang memiliki peran strategis sebagai pintu masuk wisatawan dan pusat pertumbuhan ekonomi regional.

“Momentum ini harus dimanfaatkan dengan peningkatan layanan dan promosi destinasi secara aktif,” katanya.

Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa seluruh operasional bandara tetap mengacu pada standar internasional, baik dari sisi keselamatan maupun kenyamanan penumpang. Koordinasi intensif dilakukan bersama pemerintah daerah, maskapai, dan operator bandara untuk menjaga keberlanjutan rute-rute yang dibuka.(red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *