Press "Enter" to skip to content

Kolinlamil Gelar Latihan Penanggulangan Huru-Hara di Tanjung Priok

Social Media Share

JAKARTA, NP – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme prajurit dalam menghadapi situasi darurat, Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) TNI Angkatan Laut menggelar latihan penanggulangan huru-hara di Markas Komando Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (3/9/2025).

Latihan ini menjadi bagian dari rangkaian program pembinaan Kolinlamil dalam memperkuat kesiapan operasional prajurit, khususnya dalam menghadapi potensi gangguan keamanan di lingkungan militer.

Dalam skenario latihan, pasukan dihadapkan pada situasi kerusuhan, dengan massa yang berusaha menerobos masuk ke lingkungan markas dan berupaya merusak fasilitas. Namun, pasukan penanggulangan huru-hara (PHH) Kolinlamil berhasil menghalau aksi tersebut dengan sigap, melalui prosedur yang telah ditetapkan dan dilatihkan sebelumnya.

Latihan digelar secara terpadu dan melibatkan sejumlah unsur pengamanan Kolinlamil. Inspektur Kolinlamil, Laksamana Pertama TNI Yulianus Zebua, turut hadir menyaksikan jalannya latihan. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan pasukan dalam menjaga stabilitas dan keamanan instalasi militer dari berbagai bentuk ancaman.

“Latihan ini bertujuan mengasah kemampuan pasukan dalam merespons situasi kerusuhan secara profesional dan sesuai prosedur. Keberhasilan latihan menunjukkan kesiapan Kolinlamil dalam menjaga keamanan wilayah operasionalnya,” ujar Yulianus.

Menurut dia, latihan serupa perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan prajurit selalu siap menghadapi berbagai skenario gangguan keamanan yang bisa muncul sewaktu-waktu.

Sebagai salah satu Komando Utama TNI AL, Kolinlamil memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas logistik dan operasi militer melalui laut. Karena itu, stabilitas di kawasan markas dan instalasi pendukung menjadi bagian penting dari kesiapan tempur secara keseluruhan.

Latihan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun koordinasi antarsatuan dan membentuk pola pengamanan yang adaptif terhadap dinamika ancaman yang berkembang.(red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *