CEO perusahaan pemasok kopi dan rempah-rempah PT. Sumber Kurnia Alam (SKA), Stanly Adrian Soesilo (kanan) saat menerima souvenir dari ketua delegasi dept. of agriculture and rural affairs of Hunan Province. (Ist)
JAKARTA, NP – Perusahaan swasta agritech di Indonesia membuka peluang kerja sama, tidak hanya sebatas ekspor pupuk, organic soil treatment, tapi pengembangan sawah untuk meningkatkan produksi padi untuk menuju ketahanan pangan. Sebagaimana target pemerintah untuk produksi padi nasional tahun 2025 adalah 32 juta ton, dan untuk pengembangan sawah adalah 3 juta hektar sawah baru.
“Kami. (pelaku usaha agritech) ditarget produksi padi dengan membuka 3.000 hektare lahan persawahan di Kab. Lebak, Banten dan 2.000 hektar di Karawang, Jawa Barat. Keseluruhan, 5.000 hektar lahan sawah baru,” kata Devi Erna Rachmawati, dari agritech di Indonesia pada pertemuan dengan delegasi dept. of agriculture and rural affairs of Hunan Province di Jakarta, Sabtu (12/4/2025).
Prospek penawaran kerjasama dengan rincian, investor bisa menikmati keuntungan Rp 15 juta per hektar, per satu kali tanam padi. Satu tahun setara dengan tiga kali tanam. Hasil dari penanaman padi diserap diserap BUMN holding pangan yakni Bulog, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI. Wilmar Group sebagai perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang agribisnis juga akan menyerap padi. Cetak sawah merupakan program yang disiapkan pemerintah untuk memastikan ketahanan pangan dalam jangka panjang.
Pertemuan KADIN, perusahaan swasta nasional Indonesia dengan delegasi dept. of agriculture and rural affairs of Hunan Province di Jakarta (12/4).(Ist)
“Dari keuntungan Rp 15 juta (per hektar, per satu kali tanam), profit sharing 25 persen untuk investor. Kegiatan pertanaman tentunya dengan alat dan mesin, bantuan dari Kementerian Pertanian. Satu hektar menghasilkan 6-7 ton, tapi dengan menggunakan pupuk PT. Sterilyn,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pertanian.
Di tempat yang sama, perusahaan pemasok kopi dan rempah-rempah PT. Sumber Kurnia Alam (SKA) melihat trend konsumsi minum kopi di China, terutama faktor peralihan generasi mudanya, dari budaya teh ke kopi. Trend konsumsi kopi di China diyakini, satu saat bisa menyalip Amerika dan Eropah, yang selama ini merupakan pasar konsumen kopi terbesar di dunia. Menurut Organisasi Kopi Internasional, Eropa mengonsumsi 54.065 kantong kopi seberat 60 kg pada tahun 2021 – menjadikannya pasar konsumen terbesar di dunia pada tahun itu.
“Kondisi di China, kemungkinan, (tingkat konsumsi) bisa satu gelas kopi per orang. Ke depannya, sangat mungkin tingkat konsumsi Amerika dan Eropah, kalah (disalib China). konsumsi dan pasar kopi terbesar di dunia, yang sekarang dipegang Amerika dan Eropah, bisa bergeser ke Asia,” kata CEO SKA, Stanley Adrian Soesilo saat presentasi di depan delegasi Hunan Province di kantor PT Nusaraya Business Services.
Tingkat kecanduan kopi di Eropa, mulai dari yang tertinggi, yakni Belanda. Setelah itu, secara berurutan, negara Finlandia, Swedia, Norwegia, Kanada, Jerman, Switzerland, Italy, Estonia, Portugal dan Perancis. Sementara tingkat kecanduan orang Amerika, masih berada di atas Perancis. Orang-orang di Brazil, negara di Amerika latin juga mengalami tingkat kecanduan kopi. Sementara di Indonesia, dengan tingkat populasi yang lebih kecil dibanding China, tapi konsumsi kopi secara jumlahnya hampir sama. Bahkan China, per tahun ini angka konsumsi kopinya bisa melebihi Indonesia.
Pertemuan dengan delegasi dept. of agriculture and rural affairs of Hunan Province di Jakarta, Sabtu (12/4/2025).(Ist)
“Padahal sekarang ini, tidak semua orang China minum kopi. Kalau 10 tahun ke depan, warga di China minum satu gelas kopi setiap harinya, peningkatannya sekian kali lipat. Kapasitas produksi kopi Indonesia masih terbuka karena luas perkebunan masih potensial. Ada opportunity dan tantangan. China, bisa menjadi negara dengan tingkat konsumsi terbesar. Tapi muncul tantangan terutama karena supply kopi terbatas. Kita sempat kekurangan kopi tahun 2023/2024 sehingga harga kopi melejit naik. Supply kopi dunia, bisa kekurangan kalau produksi tidak ditingkatkan,” terang Stanley.
Kondisi data sekarang ini, tingkat konsumsi kopi terbesar dunia, secara volume ada di negara Amerika. Tingkat konsumsi, 28 juta karung tapi setara dengan konsumsi per kapita 5 kg per tahun. Konsumsi per kapita, Amerika tidak lebih tinggi dibanding negara lain. Tapi penduduk Amerika lebih banyak, sehingga secara total, (tingkat konsumsi Amerika) lebih banyak. Konsumsi kopi di Indonesia, 5.5 juta karung dengan konsumsi per kapita 0.37 kg/tahun. Konsumsi kopi per kapita di Indonesia, di bawah setengah kilo per tahun. padahal penduduk Indonesia, seperempat – seperlima penduduk China.
“Konsumsi kopi per kapita di China, menjadi lebih tinggi dibanding Indonesia. Kalau setengah kilo saja (konsumsi kopi), pasti besar sekali perkembangan konsumsi kopi di China. Kondisi sekarang, konsumsi kopi China sekitar lima juta karung, dengan konsumsi per kapita 0.18 kg per tahun. Kalau konsumsi kopi naik ke 0.5 kg/tahun saja, (jumlah) sudah mendekati separuh Amerika,” tutup Stanley.(Liu)


Pertemuan KADIN, perusahaan swasta nasional Indonesia dengan delegasi dept. of agriculture and rural affairs of Hunan Province di Jakarta (12/4).(Ist)




Be First to Comment