Press "Enter" to skip to content

Ajang F1 Powerboat Danau Toba Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Social Media Share

JAKARTA, NP- Ajang Formula 1 (F1) Powerboat Danau Toba menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara datang ke Indonesia, utamanya ke Danau Toba.

Kejuaraan Dunia Perahu Motor Formula 1 atau F1 Powerboat World Championship (F1H2O) 2023 di Danau Toba, Sumatera Utara akan diselenggarakan pada 24-26 Februari 2023 di Danau Toba, Sumatera Utara. F1 Powerboat merupakan Kejuaraan Dunia Perahu Motor F1 yang diselenggarakan oleh Union Internationale Motonautique.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno meyakini event ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke tanah air.

“Target kunjungan 25.000 wisatawan, 10% dari mancanegara. Bagaimana caranya kita bisa mencapai kebangkitan lebih cepat. Ini untuk meningkatkan daya tarik Danau Toba dan kenaikan indeks Danau Toba untuk kesiapan ke depan,” ujar Sandiaga Uno dalam diskusi dengan tema “Adu Cepat di Danau Toba: F1 Powerboat World Championship” yang digelar Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) secara virtual, Senin (13/2/2023).

Sandiaga berharap kunjungan wisatawan ke Danau Toba bisa meningkat hingga 7,3%. Untuk itu, ia menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur, sumber daya manusia, serta desa wisata yang mendukung wilayah ini menjadi destinasi wisata.

Sejauh ini, pembangunan beberapa pelabuhan dan pengoperasian Bandara Silangit menjadi salah satu tanda mulai terwujudnya interkoneksi di wilayah ini. Juga pembangunan jalan tol yang menghubungkan Medan Kualanamu dengan Pematang Siantar akan semakin membuat akses ke area Toba semakin mudah.

Ia juga mendorong pembangunan infratsruktur hotel dan akomodasi.
Namun, ia mengingatkan kenaikan drastis harga hotel tidak boleh dilakukan. Tujuannya untuk menjaga keterjangkauan dan membuat wisatawan tidak kapok kembali berkunjung.

“Kita harus memberi keterjangkauan harga wisata, jangan dinaikan. Memang selalu tantangan setiap ada gelaran besar untuk menjaga keterjangkauan harga,” pesannya.

Dengan adanya event ini, ia berharap potensi dampak ekonomi sejumlah Rp 212 miliar bisa tercapai. Dampak ekonomi secara langsung dan tidak langsung ini diharapkan mampu kembali membangkitkan pertumbuhan ekonomi yang melambat sejak pandemi Covid-19.

Di kesempatan sama, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali memastikan kesiapan penyelenggaraan ajang balap perahu super cepat kelas dunia ini.

“Persiapan ajang ini sudah hampir selesai. Venue balapan tidak ada masalah, karena diawasi federasi internasional. Mereka benar-benar ingin membantu walaupun sebenarnya mereka tahu bahwa olahraga ini di Indonesia belum populer. Belum ada pembalapnya, belum ada federasi nasionalnya,” kata Zainuddin.

Selain persiapan venue, Zainudin menyoroti, kebutuhan akomodasi.
Hal ini berkaitan dengan Indonesia sebagai pemegang kontrak hingga lima tahun ke depan. Menpora mengatakan kesiapan ini diperlukan agar acara bisa berlangsung dengan lancar.

Upaya menjaga safety atlet juga sudah siap dengan melibatkan berbagai lembaga terkait. “Untuk safety, kami melibatkan berbagai unsur seperti Basarnas, sudah rapat koordinasi beberapa kali, mereka sudah menyiapkan berbagai kemungkinan. Dari TNI Angkatan Laut juga berpartisipasi. Penanganan sudah dipersiapkan,” tegasnya.

Kehadiran Pebalap Dunia

Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata InJourney Maya Watono mengatakan pebalap dunia yang turun pada putaran pertama Kejuaraan Dunia Perahu Motor atau F1H2O 2023 akan tiba di Danau Toba, Sumatera Utara pada 18 Februari 2023.

“Pebalap dan ofisial akan mulai berdatangan pada 18-19 Februari. Lalu pada 20 Februari, mereka menurunkan boat ke danau untuk selanjutnya melakukan latihan bebas pada 23-24 Februari,” kata Maya.

Berdasarkan jadwal, peserta putaran pertama F1 Powerboat di Danau Toba mendapat tambahan latihan bebas pada Jumat (24/2). Satu hari kemudian atau Sabtu (25/2), mereka akan kembali menjalani latihan bebas pada pagi hari dan dilanjutkan dengan kualifikasi pada sore harinya. Puncaknya pada Minggu (26/2).

Sebanyak 20 pebalap dari 10 tim akan bersaing memperebutkan poin pertama dalam lomba yang bergulir di danau vulkanik tersebut.
Perlombaan diprediksi sengit karena ini merupakan kali pertama peserta adu cepat di Danau Toba.

Maya memastikan rute atau lintasan balap di Danau Toba memiliki keunikan yang tak dapat dijumpai di belahan dunia mana pun.
“Sirkuit ini berbeda cukup unik karena lintasannya ada di danau dan ini pertama kali terselenggara di Danau Toba. kami sudah melakukan homologasi, panjangnya yakni 2,2 kilometer. Bentuknya terunik di dunia karena geografis Danau Toba sebagai danau vulkanik,” ungkap Maya.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *