Rustani Simanjuntak, S.E, penerima apresiasi pelestari bahasa dan sastra daerah pada Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2026. (Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Rustani Simanjuntak, S.E., menerima penghargaan sebagai pelestari bahasa dan sastra daerah setelah meraih apresiasi nasional sebagai pelestari bahasa dan sastra daerah yang mewakili DKI Jakarta pada Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026.
Apresiasi tersebut diberikan dalam rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 melalui kegiatan pemberian Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan bagi Pelestari Sastra dan Bahasa Daerah 2026. Kegiatan yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) itu berlangsung pada 22-26 Mei 2026 di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Bojongsari, Depok, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 sekaligus momentum untuk memperkuat upaya pelindungan dan revitalisasi bahasa daerah di Indonesia.

Dengan Indonesia memiliki 718 bahasa daerah, pelestarian bahasa tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan alat komunikasi, tetapi juga menyangkut identitas bangsa, nilai-nilai budaya, serta warisan pengetahuan leluhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Rustani Simanjuntak mengungkapkan rasa syukur sekaligus haru atas apresiasi yang diterimanya. Dalam keterangannya, Selasa (6/10/2026), ia menyebut penghargaan tersebut sebagai kejutan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
“Puji Tuhan. Kejutan indah dalam hidup yang tak pernah terbayangkan. Berada di urutan ke-19 dari 24 perseorangan pelestari bahasa daerah se-Indonesia di Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2026. Dan terpilih sebagai salah satu penerima apresiasi simbolis mewakili DKI Jakarta atas dedikasi melestarikan Aksara Batak Toba,” ujar Rustani.
Ia mengatakan, apresiasi tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan dalam menjaga dan memperkenalkan Aksara Batak Toba kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Rustani juga menyampaikan terima kasih kepada para sahabat dan pihak-pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap kiprahnya dalam pelestarian budaya.
“Terima kasih untuk sahabat yang sudah mendukung saya selama ini. Semua karena kehendak-Mu, Tuhan. Horas!” katanya.
Rustani Simanjuntak, S.E., dikenal sebagai penulis, pendidik, sekaligus desainer motif budaya yang memiliki perhatian terhadap pelestarian dan modernisasi Aksara Batak Toba serta kain tradisional Nusantara.
Dalam bidang pendidikan dan literasi budaya, Rustani menyusun buku panduan Buku Parsiajaran Surat Batak yang memuat pembelajaran tata cara penulisan Aksara Batak Toba, termasuk Ina ni Surat dan Anak ni Surat, untuk membantu masyarakat, khususnya pemula, mengenal dan mempelajari aksara tersebut.

Selain melalui buku, ia aktif menggelar workshop, seminar, serta membuat tutorial digital sebagai bagian dari upaya memperkenalkan Aksara Batak Toba kepada generasi muda dengan pendekatan yang lebih mudah diterima di era digital.
Di bidang ekonomi kreatif, Rustani juga mengembangkan jenama busana horasforyou. Produk tersebut memadukan Aksara Batak Toba dengan motif ulos dan uis tradisional ke dalam berbagai busana modern.
Sejumlah motif tradisional yang diangkat antara lain Ulos Ragihotang, Bintang Maratur, Mangiring, Tumtuman, hingga Uis Karo. Motif-motif tersebut diaplikasikan ke dalam produk seperti jas, jaket, kemeja, dan syal.
Melalui perpaduan antara pendidikan, literasi, desain, dan ekonomi kreatif, upaya pelestarian budaya yang dilakukan Rustani diarahkan agar warisan budaya Batak tetap dikenal sekaligus memiliki ruang dalam kehidupan masyarakat modern. (red)







Be First to Comment