Press "Enter" to skip to content

Gen Z Didorong Jadi Penggerak Perubahan dan Beri Dampak Nyata

Social Media Share

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka saat membuka Sashing Ceremony Duta Genre dalam rangkaian ADUJAKNAS 2026 di Jakarta, Senin (21/9/2026).(Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Generasi Z (Gen Z) yang lahir pada 1997-2012 menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, kelompok usia 13-28 tahun mencapai 24,93 persen dari total penduduk Indonesia.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mendorong generasi muda tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga mengambil peran dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.

Hal tersebut disampaikan Isyana saat membuka Sashing Ceremony Duta Genre dalam rangkaian Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Genre Nasional (ADUJAKNAS) 2026 di Kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Jakarta, Senin (21/9/2026).

Menurut Isyana, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu modal penting bagi Duta Genre untuk mengajak sesama remaja melakukan kegiatan positif sekaligus memberikan dukungan kepada kelompok yang menghadapi berbagai persoalan.

“Salah satunya adalah bergabung dengan Forum Genre (Generasi Berencana) Indonesia. Potensi public speaking Duta Genre menjadi suatu hal yang penting. Mereka dapat berbicara dengan sesama remaja, bisa terjun langsung ke daerah-daerah yang terkena bencana untuk membantu dalam pemulihan mental,” ujar Wamen Isyana dalam keterangan tertulis, Selasa (22/9/2026).

Ia mengingatkan para anggota Forum Genre Indonesia (FGI) agar tidak hanya berfokus pada pengembangan diri. Remaja yang memiliki kemampuan interpersonal dan akademis yang baik, menurut Isyana, diharapkan turut merangkul anak muda lain yang menghadapi keterbatasan dan berbagai tantangan.

Karena itu, ADUJAKNAS ke-16 tahun ini mengangkat tema “Gen Z Impact: Gerak Nyata untuk Indonesia”. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pendidik sebaya dan konselor sebaya untuk berbagi program sekaligus menunjukkan dampak nyata dalam menjawab berbagai isu krusial yang dihadapi remaja, mulai dari pencegahan perkawinan anak, kesehatan mental, digital literacy, hingga optimalisasi bonus demografi.

Kegiatan yang berlangsung pada 21-22 September 2026 tersebut juga menjadi momentum pemilihan Duta Genre Tingkat Nasional. Duta Genre terpilih diharapkan menjadi role model sekaligus agent of change bagi remaja di Indonesia.

Para Duta Genre juga akan berperan dalam penguatan program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Program ini merupakan wadah kegiatan yang dikelola dari, oleh, dan untuk remaja dalam memberikan akses informasi, pelatihan, serta konseling mengenai Perencanaan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR).

Saat ini, PIK-R juga berkolaborasi dengan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yakni Sekolah Rakyat.

Wamen Isyana berharap kiprah Duta Genre tidak berhenti pada pencapaian sebagai pemenang atau sekadar menjadi perwakilan daerah. Mereka diharapkan mampu membawa semangat perubahan dan menjadi penggerak di tengah masyarakat.

“Untuk para Duta Genre dari seluruh provinsi, yang paling penting adalah melakukan yang terbaik, penuh rasa tanggung jawab, dan bisa menginspirasi sesama remaja Indonesia,” harap Wamen Isyana. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *