Suasana KRI Dewa Kembar-932 saat terlibat dalam operasi SAR gabungan pencarian lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. (Foto: Ist)
JAKARTA, NP – KRI Dewa Kembar-932 turut dilibatkan dalam operasi Search and Rescue (SAR) gabungan untuk mencari lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.
Dinas Penerangan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Dispen Pushidrosal) dalam siaran pers, Selasa (15/9/2026), menyebutkan rombongan yang terdiri dari lima jurnalis, nakhoda, awak kapal, dan pemandu tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melaksanakan peliputan aktivitas vulkanik.
“Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melaksanakan peliputan aktivitas vulkanik. Komunikasi dengan rombongan sempat berlangsung sebelum akhirnya terputus,” demikian keterangan Dispen Pushidrosal.
Menindaklanjuti laporan hilang kontak tersebut, Basarnas bersama unsur SAR gabungan melaksanakan operasi pencarian dengan memperluas area pencarian di perairan Selat Sunda. TNI Angkatan Laut turut mengerahkan sejumlah unsur KRI untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan.
Dalam operasi tersebut, KRI Dewa Kembar-932 melaksanakan pencarian sesuai sektor yang telah ditentukan dengan mengoptimalkan kemampuan unsur kapal dan personel. Keterlibatan unsur TNI AL menjadi bagian dari upaya bersama untuk menemukan seluruh personel yang hingga kini masih dalam pencarian.
“Operasi pencarian dilaksanakan dengan mengoptimalkan kemampuan unsur kapal dan personel sesuai sektor yang telah ditentukan,” kata Dispen Pushidrosal.
Operasi SAR tetap dilaksanakan dengan memperhatikan faktor keselamatan personel, kondisi cuaca, serta aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan pencarian.
Keterlibatan KRI Dewa Kembar-932 merupakan wujud kesiapsiagaan Pushidrosal dalam mendukung tugas kemanusiaan dan operasi SAR. Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi lembaga hidrografi nasional dalam mendukung keselamatan dan keamanan pelayaran di laut.
“Pushidrosal terus mendukung pelaksanaan operasi SAR bersama seluruh unsur terkait guna mengoptimalkan upaya pencarian dan pertolongan terhadap korban yang masih dinyatakan hilang,” demikian keterangan tersebut. (red)







Be First to Comment