Lebih dari 90 atlet dari berbagai daerah di Indonesia turut ambil bagian, bersaing sekaligus mengasah kemampuan menuju prestasi layar nasional dan internasional.(Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Pengurus Besar Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (PB Porlasi) terus menggeber pembinaan atlet untuk mendongkrak prestasi olahraga layar nasional. Komitmen itu diwujudkan melalui Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Layar Regatta II Tahun 2026 di Indonesia National Sailing Centre (INSC), Ancol, Jakarta Utara, Jumat (21/8/2026).
Lebih dari 90 atlet dari sejumlah provinsi di Indonesia ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Persaingan semakin terbuka dengan kehadiran peserta dari Singapura dan Inggris, sekaligus menegaskan bahwa arena layar nasional mulai menjadi ruang kompetisi yang diperhitungkan di level internasional.
Kejurnas Layar Regatta II/2026 tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar. PB Porlasi menjadikannya sebagai bagian dari sistem pembinaan berkelanjutan untuk mengukur perkembangan atlet, menemukan talenta potensial, sekaligus menyiapkan kekuatan Indonesia menghadapi kejuaraan nasional dan multievent olahraga berikutnya.
Ketua Umum PB Porlasi Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma yang juga menjabat Wakil Gubernur Lemhannas RI, menaruh perhatian besar terhadap penguatan pembinaan dan pengembangan olahraga layar nasional. Pelaksanaan kejuaraan di lapangan didukung jajaran PB Porlasi, termasuk Sekretaris Jenderal PB Porlasi Kolonel Laut (S) Dodik Pujiargo.
Langkah PB Porlasi tersebut mendapat apresiasi dari KONI Pusat di bawah kepemimpinan Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman. Wasekjen II KONI Pusat Markus Othniel Mamahit menilai konsistensi pembinaan menjadi modal penting untuk mengangkat prestasi atlet layar Indonesia.
“Pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan merupakan fondasi penting untuk meningkatkan prestasi. Kompetisi seperti ini harus mampu menjadi ruang bagi atlet untuk menguji kemampuan, mengevaluasi hasil latihan, dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan yang lebih tinggi,” kata Markus.
Menurut Markus, semakin banyak kompetisi berkualitas yang diikuti atlet akan semakin memperkuat proses regenerasi dan peningkatan prestasi. Karena itu, kesinambungan program pembinaan menjadi hal yang tidak bisa ditawar jika Indonesia ingin memiliki atlet layar yang mampu bersaing di pentas internasional.
Kehadiran atlet dari Singapura dan Inggris juga memberi warna tersendiri bagi Kejurnas Layar Regatta II/2026. Partisipasi tersebut membuka peluang bagi atlet Indonesia untuk mendapatkan pengalaman bertanding dengan kompetitor dari luar negeri tanpa harus selalu menunggu kejuaraan internasional.
Bagi PB Porlasi, momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi potensial penyelenggaraan kompetisi layar internasional. Dengan pembinaan yang terukur dan kompetisi yang semakin kompetitif, olahraga layar nasional diharapkan mampu melahirkan atlet yang tidak hanya berprestasi di dalam negeri, tetapi juga mampu mengibarkan Merah Putih di arena internasional. (red)







Be First to Comment