Press "Enter" to skip to content

Gerak Cepat TNI AL, 13,4 Ton Bantuan Kemanusiaan Tiba di Reo

Social Media Share

Suasana proses bongkar muat 13,4 ton bantuan kemanusiaan dari KRI Bung Hatta-370 setibanya di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Jumat (21/8/2026).(Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Respons cepat TNI AL untuk membantu warga terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dilakukan. KRI Bung Hatta-370 membawa 13,4 ton bantuan kemanusiaan dari Labuan Bajo dan tiba di Reo, Kabupaten Manggarai, Jumat (21/8/2026) pukul 06.50 WITA.

Bantuan diberangkatkan secara maraton setelah proses embarkasi rampung pada Kamis (20/8/2026) malam. Langkah cepat itu dilakukan agar logistik segera tiba dan dapat didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II) Laksda TNI I G. P. Alit Jaya selaku Komandan Gugus Tugas Penanggulangan Bencana Alam NTT sebelumnya meninjau langsung proses embarkasi di Labuan Bajo. Ia didampingi sejumlah pejabat TNI AL sebelum KRI Bung Hatta-370 bertolak menuju Reo.

“Bantuan yang dibawa ini tentunya merupakan wujud nyata sinergitas antara Pemerintah Pusat, TNI dan sektor swasta dalam rangka penanggulangan dan pendistribusian bantuan kemanusiaan,” kata Laksda TNI I G. P. Alit Jaya dalam siaran pers, Jumat (21/8/2026).

Total 13,4 ton bantuan tersebut berasal dari sejumlah pihak. Bantuan Presiden RI berupa 300 paket sembako dengan berat 1,5 ton, sedangkan TNI AU mengirimkan 1.000 paket sembako dengan berat 7,4 ton.

Dukungan juga datang dari sektor swasta berupa 200 kotak makanan siap saji seberat 1 ton, 250 box obat-obatan seberat 750 kilogram, serta 140 karung velbed dengan berat 2,8 ton.

Pengiriman melalui KRI Bung Hatta-370 menjadi bagian dari respons TNI AL dalam memastikan bantuan tidak berhenti di titik pengumpulan, tetapi bergerak cepat menuju wilayah terdampak.

Langkah tersebut sekaligus menjalankan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar seluruh unsur TNI AL siaga dan mampu memberikan respons cepat dalam misi kemanusiaan serta Operasi Militer Selain Perang (OMSP), terutama dalam mendistribusikan logistik secara efektif dan efisien. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *