Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memimpin pemberangkatan Kapal ADRI XC II BM yang membawa personel kesehatan dan bantuan logistik untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), dari Dermaga Satangair Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (19/8/2026).(Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan, penanganan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak boleh berhenti pada pengiriman bantuan tahap awal. TNI AD menyiapkan dukungan berkelanjutan hingga kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak benar-benar tertangani.
Penegasan itu disampaikan Maruli saat memberangkatkan Kapal ADRI XC II BM dari Dermaga Satuan Angkutan Air (Satangair) Pusat Pembekalan Angkutan Angkatan Darat (Pusbekangad), Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
“Kita harus punya napas panjang. Kalau hanya one hit, kirim selesai, saya kira penderitaan saudara-saudara kita akan berlanjut sampai beberapa bulan ke depan. Kita akan terus melakukan evaluasi dua-tiga bulan ke depan dan berpikir lagi apa yang diperlukan di wilayah bencana NTT,” tegas Kasad.
Kapal ADRI XC II BM merupakan kapal rumah sakit TNI AD yang dilengkapi kamar operasi dan berbagai peralatan medis. Kapal ini diberangkatkan bersama personel kesehatan dan bantuan logistik untuk memperkuat penanganan serta pemulihan masyarakat terdampak gempa.
Menurut Maruli, kebutuhan masyarakat pascabencana tidak berhenti ketika bantuan pertama tiba. Karena itu, TNI AD akan memantau perkembangan kondisi di lapangan selama dua hingga tiga bulan ke depan dan mengubah pola dukungan sesuai kebutuhan.
“Jangan sampai setelah bantuan pertama datang, kemudian kita anggap persoalan selesai. Kita harus melihat apa yang masih dibutuhkan masyarakat dan memastikan dukungan terus berjalan,” ujar Maruli.
Selain layanan pemeriksaan dan tindakan medis, termasuk operasi, kapal rumah sakit tersebut juga dapat mendukung evakuasi medis apabila diperlukan. TNI AD turut memprioritaskan penyediaan sumber air bersih agar kebutuhan dasar masyarakat dapat dipenuhi secara berkelanjutan.
Dukungan logistik yang dikirim tidak sedikit. Terdapat dua unit ambulans, 50 drum BBM Pertalite, 35 drum solar, 30 set tenda SG Type 1, 900 set velbed, 100 unit tandon air berkapasitas 1.200 liter, serta tiga unit truk.
Untuk kebutuhan pangan dan masyarakat, bantuan yang dikirim meliputi 20 ton beras, 163 koli bekal ransum TNI, 5.000 boks Naraga, 1.000 karton air mineral, 1.000 botol minyak goreng, mi instan, susu, bubur bayi, pembalut wanita, pampers, pakaian layak pakai, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Seluruh bantuan akan disalurkan berdasarkan kondisi dan kebutuhan riil masyarakat di lapangan. TNI AD juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, BPBD, TNI-Polri, Basarnas, tenaga kesehatan, dan unsur terkait lainnya untuk memastikan bantuan tidak berhenti di perjalanan, tetapi benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.
Pemberangkatan Kapal ADRI XC II BM menjadi bagian dari langkah TNI AD memperkuat respons terhadap bencana di NTT. Fokus penanganan diarahkan pada keselamatan warga, kebutuhan dasar, layanan kesehatan, air bersih, serta pemulihan masyarakat dalam jangka menengah.
Bagi TNI AD, penanganan gempa bukan sekadar soal seberapa cepat bantuan dikirim, tetapi seberapa lama dukungan mampu bertahan hingga masyarakat kembali bangkit. (red)







Be First to Comment