Press "Enter" to skip to content

TNI AU Kerahkan Kekuatan Udara, Uji Tempur Gabungan TNI di Lingga

Social Media Share

Kekuatan udara TNI Angkatan Udara dikerahkan dalam Latihan Terintegrasi TNI 2026 di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.(Foto: Ist)

LINGGA, NP – Langit Dabo Singkep menjadi arena uji kesiapan tempur TNI dalam Latihan Terintegrasi TNI 2026. Melalui latihan gabungan berskala besar ini, TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan kekuatan udara untuk menguji kemampuan operasi sekaligus memperkuat koordinasi antarmatra dalam menghadapi berbagai skenario ancaman terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, mengatakan latihan tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh unsur TNI memiliki kemampuan operasi yang terpadu dan siap digerakkan dalam situasi apa pun.

“Latihan Terintegrasi TNI 2026 merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapan operasi, memperkuat interoperabilitas antarmatra, serta menguji kemampuan prajurit dan satuan dalam melaksanakan operasi gabungan TNI secara efektif,” ujar Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana dalam siaran pers, Kamis (6/8/2026).

Latihan yang digelar di Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 9 Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026), tersebut disaksikan langsung Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., serta jajaran pejabat tinggi TNI.

Dalam skenario latihan, TNI menguji operasi pengamanan wilayah dan objek vital nasional dengan melibatkan 12.987 personel dari tiga matra, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Ribuan prajurit tersebut didukung berbagai alutsista modern sebagai bagian dari simulasi operasi gabungan menghadapi ancaman terhadap wilayah NKRI.

TNI AU menjadi salah satu unsur utama dalam latihan tersebut dengan mengerahkan kekuatan udara yang terdiri atas pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat intai, helikopter, pesawat tanpa awak, serta pasukan gerak cepat.

Kehadiran unsur udara tersebut menunjukkan kemampuan TNI AU dalam menjalankan berbagai misi strategis, mulai dari operasi pengamatan udara, mobilisasi pasukan dan logistik, hingga dukungan tempur bagi satuan gabungan di medan operasi.

“Latihan ini menjadi bukti kesiapan TNI AU dalam menghadapi dinamika ancaman yang terus berkembang. Kemampuan interoperabilitas dan profesionalisme prajurit menjadi kunci keberhasilan operasi gabungan TNI,” tegas Nyoman.

Melalui Latihan Terintegrasi TNI 2026, TNI AU terus memperkuat kemampuan tempur, kesiapan operasional, dan sinergi antarmatra sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan udara serta keutuhan wilayah NKRI. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *