Press "Enter" to skip to content

Anak Petani Banyumas Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN 2026, Disematkan Pangkat Langsung oleh Presiden

Social Media Share

Mohamad Toriq Anwar membuktikan keterbatasan bukan penghalang meraih prestasi.(Foto: Ist)

JATINANGOR, NP  – Kerja keras dan keterbatasan ekonomi tak menghalangi langkah Mohamad Toriq Anwar meraih cita-citanya. Putra seorang petani dan peternak bebek asal Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu berhasil menjadi salah satu lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2026 sekaligus menjadi satu dari tiga Purna Praja yang menerima penyematan tanda pangkat Pamong Praja Muda langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Prestasi tersebut menjadi puncak perjalanan Toriq setelah empat tahun menempuh pendidikan di IPDN. Di balik pencapaiannya, tersimpan kisah perjuangan keluarga sederhana yang harus berjuang memenuhi biaya mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN pada 2022.

Toriq, anak kedua dari tiga bersaudara, berasal dari keluarga yang menggantungkan penghasilan dari bertani, beternak bebek, dan menjual telur bebek ke warung-warung sekitar. Sementara kakaknya bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik kayu. Dengan tekad mengubah nasib keluarga, ia memberanikan diri mengikuti seleksi masuk IPDN.

“Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan peringkat dua hasil akhir seleksi di Provinsi Jawa Tengah. IPDN merupakan sekolah kedinasan dengan ikatan dinas sehingga seluruh biaya pendidikan maupun biaya hidup ditanggung oleh negara,” kata Toriq saat ditemui di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026), sebagaimana dikutip dalam siaran pers yang diterima, Minggu (2/8/2026).

Namun, untuk sampai ke tahap itu, Toriq harus melewati tantangan yang tidak ringan. Seleksi dipusatkan di Semarang, sekitar empat hingga lima jam perjalanan dari rumahnya di Banyumas. Keterbatasan ekonomi membuat keluarganya kesulitan menyiapkan biaya transportasi dan kebutuhan administrasi.

“Tesnya dilaksanakan di Semarang, sementara saya berasal dari Kabupaten Banyumas. Jadi saya harus menyediakan biaya transportasi maupun berkas. Saat itu orang tua saya kadang tidak mempunyai biaya untuk itu,” ujarnya.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak mematahkan semangatnya. Toriq berhasil melewati seluruh tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), pemeriksaan kesehatan, psikotes, hingga tes kesamaptaan. Ia bahkan membukukan nilai SKD sekitar 455, menjadi peringkat pertama di sesi seleksinya, dan akhirnya menempati peringkat kedua hasil akhir seleksi Provinsi Jawa Tengah.

Keberhasilan itu berlanjut hingga momen pelantikan. Toriq mendapat kehormatan menjadi salah satu dari tiga Purna Praja yang disematkan langsung tanda pangkat oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Saya merasa sangat bangga bisa menjadi salah satu dari tiga orang yang disematkan langsung oleh Presiden. Ini pengalaman yang sangat membanggakan, mimpi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Alhamdulillah,” tuturnya.

Bagi Toriq, penghargaan tersebut bukanlah garis akhir, melainkan awal pengabdian sebagai aparatur pemerintah. “Kami siap mengabdi. Kami siap memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa ini demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegasnya. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *