Asops Kasal Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan memimpin Rapat Evaluasi Operasi TNI Angkatan Laut Semester I TA 2026 di Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur.(Foto: Ist)
JAKARTA, NP – TNI Angkatan Laut memperkuat evaluasi pelaksanaan operasi Semester I Tahun Anggaran 2026 sebagai langkah meningkatkan efektivitas pengamanan kepentingan nasional di laut. Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, S.T., M.Si., CHRMP., M.Tr.Opsla., memimpin langsung Rapat Evaluasi Operasi TNI AL Semester I TA 2026 di Selasar Atas Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (30/7/2026).
Evaluasi tersebut menjadi forum untuk mengidentifikasi berbagai persoalan strategis di bidang operasi dan diplomasi, sekaligus merumuskan langkah perbaikan guna meningkatkan kesiapan dan produktivitas satuan-satuan operasi TNI AL menghadapi tantangan tugas ke depan.
Selain mengevaluasi capaian operasi selama enam bulan pertama tahun berjalan, rapat juga membahas kesiapan Satgas Sailing Pass dalam rangka peringatan HUT ke-81 TNI Tahun 2026.
Dalam arahannya, Asops Kasal menegaskan bahwa evaluasi operasi bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan bagian dari upaya memastikan setiap operasi TNI AL berjalan efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab dinamika ancaman di wilayah laut nasional.
“Evaluasi operasi harus menjadi momentum untuk melihat secara objektif berbagai capaian, kendala, dan persoalan yang dihadapi di lapangan. Dari evaluasi ini harus lahir langkah perbaikan agar pelaksanaan tugas TNI AL semakin efektif, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kepentingan nasional,” ujar Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan.
Menurutnya, operasi TNI AL memiliki peran strategis dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam menjaga ketahanan nasional, melindungi sumber daya alam, serta menciptakan stabilitas keamanan maritim sebagai fondasi pembangunan nasional.
“TNI Angkatan Laut sebagai komponen utama pertahanan negara di laut memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas keamanan maritim. Laut harus menjadi ruang yang aman bagi pembangunan ekonomi, perlindungan sumber daya nasional, dan kepentingan strategis bangsa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Asops Kasal menyampaikan bahwa perhatian pemerintah terhadap peran TNI AL terus meningkat seiring dengan berbagai keberhasilan operasi dalam menjaga kepentingan negara di laut. Capaian tersebut antara lain pengungkapan penyelundupan narkotika, pengamanan sumber daya alam strategis seperti pasir timah, serta penindakan terhadap berbagai aktivitas ilegal yang berpotensi merugikan negara.
“Keberhasilan operasi yang telah dicapai harus menjadi pemacu bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat profesionalisme, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Setiap prajurit dan satuan operasi harus mampu menjaga kepercayaan publik melalui pelaksanaan tugas yang profesional dan bertanggung jawab,” kata Yayan.
Rapat evaluasi tersebut juga diisi dengan paparan kesiapan Satgas Sailing Pass HUT ke-81 TNI Tahun 2026, evaluasi operasi dari jajaran Kotama Operasi, serta penyampaian hasil pengawasan internal sebagai bahan penyempurnaan perencanaan operasi berikutnya.
Melalui evaluasi ini, TNI AL menargetkan terwujudnya kesamaan persepsi dan langkah strategis antarunsur operasi sehingga seluruh satuan mampu bergerak lebih cepat, tepat, dan terukur dalam menjaga kedaulatan serta keamanan wilayah laut Indonesia.
Langkah tersebut selaras dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menekankan pentingnya kesiapan operasi, peningkatan profesionalisme prajurit, dan penguatan sinergi antarunsur untuk mewujudkan TNI AL yang modern, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas. (red)







Be First to Comment