Press "Enter" to skip to content

KAI Daop 7 Perketat Pengawasan Jalur, Bangun 13 Gardu Perlintasan Baru

Social Media Share

Deputy Daop 7 Madiun bersama jajaran manajemen meninjau perlintasan sebidang saat kegiatan Tilik Lintas di wilayah Blitar–Talun, Selasa (28/7/2026). (Foto: Ist)

MADIUN, NP – PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun memperketat pengawasan operasional demi memastikan keselamatan perjalanan kereta api tetap terjaga. Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan Tilik Lintas yang dipimpin Deputy Daop 7 Madiun Alam Prasetyo bersama jajaran manajemen dari Stasiun Blitar hingga Stasiun Talun, Selasa (28/7/2026).

Pengawasan dilakukan secara menyeluruh terhadap kondisi jalur rel, sistem persinyalan, perlintasan sebidang, fasilitas stasiun, hingga administrasi perjalanan kereta api (Perka). Langkah ini menjadi bagian dari upaya KAI menjaga keandalan infrastruktur sekaligus memastikan pelayanan kepada pelanggan berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu.

Di hadapan petugas lapangan, Deputy Daop 7 Madiun menegaskan pentingnya disiplin dalam menjalankan setiap prosedur kerja. Menurutnya, seluruh pegawai harus bekerja sesuai regulasi dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

“Implementasi budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) harus terus dijalankan agar kebersihan lingkungan kerja tetap terjaga. Selain itu, pastikan perawatan sarana, prasarana, dan alat kerja dilakukan secara berkala,” tegasnya.

Rangkaian Tilik Lintas juga dimanfaatkan untuk meninjau progres pembangunan gardu JPL 172 di Km 112+3/4 petak jalan Talun–Garum. Gardu tersebut merupakan salah satu dari 13 titik pos penjagaan perlintasan sebidang baru yang tengah dibangun KAI Daop 7 Madiun sebagai bagian dari program peningkatan keselamatan di wilayah operasionalnya.

Sebanyak 13 gardu JPL itu tersebar di sejumlah lintas strategis, yakni Minggiran–Papar, Papar–Purwoasri, Purwoasri–Kertosono, Talun–Garum, Garum–Blitar, Blitar–Rejotangan, Rejotangan–Ngunut, hingga Sumbergempol–Tulungagung. Keberadaan gardu baru tersebut diharapkan mampu memperkuat pengamanan perlintasan sebidang serta meminimalkan potensi kecelakaan antara perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan kegiatan Tilik Lintas bukan sekadar inspeksi rutin, tetapi menjadi instrumen pengawasan untuk memastikan seluruh sistem operasional berjalan sesuai standar keselamatan.

“Kegiatan Tilik Lintas ini merupakan bentuk komitmen nyata jajaran manajemen KAI Daop 7 Madiun dalam memastikan seluruh aspek operasional, mulai dari kelaikan infrastruktur jalur rel, fasilitas stasiun, hingga sistem persinyalan, berada dalam kondisi yang andal dan aman. Peninjauan progres pembangunan gardu JPL di 13 titik strategis, termasuk JPL 172 antara Talun–Garum, menunjukkan keseriusan kami dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan raya. Melalui pengawasan yang konsisten dan kepatuhan terhadap SOP, kami ingin memastikan budaya keselamatan terus terjaga demi menghadirkan perjalanan kereta api yang selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan,” ujar Tohari. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *