Kolonel Chk Dr. Arief Fahmi Lubis, S.H., M.H., M.Han., M.A., Ph.D., menjadi salah satu prajurit TNI AD yang mencatatkan prestasi di tingkat internasional.(Foto Ist)
JAKARTA, NP – Kapasitas prajurit TNI Angkatan Darat kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional. Kolonel Chk Dr. Arief Fahmi Lubis, S.H., M.H., M.Han., M.A., Ph.D., perwira Korps Hukum TNI AD, berhasil menuntaskan pendidikan strategis National Security & War Course di National Defence University (NDU) Islamabad, Pakistan, sekaligus meraih gelar Master of Defence Studies (MSDS).
Pendidikan tersebut memiliki bobot strategis karena setara dengan program pendidikan ketahanan nasional seperti yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) di Indonesia. Keberhasilan Kolonel Arief menjadi bukti bahwa sumber daya manusia TNI AD mampu bersaing dalam forum akademik pertahanan tingkat dunia.
Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad) dalam siaran persnya, Minggu (12/7/2026), menyampaikan bahwa prosesi wisuda dan penutupan pendidikan berlangsung di Auditorium National Defence University, Islamabad, Pakistan, Jumat (10/7/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Lieutenant General Babar Iftikhar, HI(M), serta dihadiri sivitas akademika NDU dan Atase Pertahanan Republik Indonesia untuk Pakistan, Kolonel Inf Henru Hidayat Susanto.
“Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi TNI Angkatan Darat sekaligus mencerminkan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing dan berprestasi di lingkungan pendidikan strategis internasional,” kata Dispenad.
Selama satu tahun pendidikan, Kolonel Arief bersama peserta lainnya mendapatkan pembekalan mendalam mengenai strategi pertahanan, keamanan nasional dan internasional, kepemimpinan strategis, serta mekanisme pengambilan keputusan pada tingkat kebijakan nasional dan global.
Program tersebut juga menjadi ruang pertukaran gagasan antarperwira dari berbagai negara, dengan fokus pada perkembangan lingkungan keamanan kawasan Asia Selatan dan dinamika geopolitik global.
National Defence University Islamabad dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan pertahanan paling berpengaruh di kawasan Asia Selatan. Pada Tahun Akademik 2025–2026, program tersebut diikuti 272 peserta, terdiri atas perwira militer dan peserta sipil strategis, termasuk 49 perwira internasional dari 26 negara sahabat.
Dispenad menilai keberhasilan Kolonel Arief dalam pendidikan tersebut menunjukkan kemampuan intelektual, kepemimpinan, serta daya adaptasi prajurit TNI AD dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis dunia.
“Terlebih, hanya dua Pasis yang mendapatkan kesempatan melaksanakan interview dengan Presiden NDU. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan semakin memperkuat kontribusi dalam pengembangan organisasi, khususnya di bidang hukum, pertahanan, dan keamanan nasional,” ujar Dispenad.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan TNI Angkatan Darat dalam membangun prajurit profesional, unggul, dan berwawasan global. Pendidikan strategis di lembaga pertahanan internasional diharapkan memperkuat kemampuan organisasi dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Dengan bekal akademik, pengalaman internasional, serta jejaring strategis yang diperoleh selama pendidikan, Kolonel Arief diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi pengembangan TNI AD, khususnya dalam penguatan aspek hukum, pertahanan, dan keamanan nasional. (red)







Be First to Comment