Press "Enter" to skip to content

KAI Daop 7 Madiun Perkuat Edukasi Pencegahan HIV/AIDS bagi Pekerja dan Keluarga

Social Media Share

Manajemen PT KAI Daop 7 Madiun, narasumber, dan peserta mengabadikan momen bersama setelah pelaksanaan talkshow dan dialog interaktif pencegahan HIV/AIDS di Aula Kantor Daop 7 Madiun.(Foto: Ist)

MADIUN, NP – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun terus berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan inklusif. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan pekerja beserta keluarganya, KAI Daop 7 menggelar talkshow dan dialog interaktif bertajuk “Pencegahan HIV/AIDS di Lingkungan Kerja dan Keluarga.”

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid tersebut diikuti secara luring di Aula Lantai 2 Kantor Daop 7 Madiun dan secara daring oleh insan KAI di seluruh wilayah kerja Daop 7. Acara dibuka Deputy Vice President PT KAI Daop 7 Madiun, Alam Prasetyo, didampingi Manager Kesehatan Daop 7 Madiun, dengan menghadirkan narasumber Ketua LSM Bambu Nusantara, drh. Titik Sugianti, yang juga dikenal sebagai aktivis perempuan.

Dalam sambutannya, Alam Prasetyo mengungkapkan bahwa berdasarkan data nasional, Provinsi Jawa Timur menempati peringkat ketiga kasus penyebaran HIV/AIDS. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi perhatian bersama mengingat mayoritas pekerja KAI berada pada usia produktif, yakni 20 hingga 50 tahun, yang rentan terhadap berbagai risiko akibat pergaulan yang tidak sehat.

Karena itu, ia mengimbau seluruh insan KAI Daop 7 untuk senantiasa menjaga pergaulan, menerapkan pola hidup sehat, serta memperkuat ketahanan keluarga. “Kesehatan pekerja adalah aset utama perusahaan,” ujar Alam dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).

Pada sesi materi, drh. Titik Sugianti memberikan pemahaman menyeluruh mengenai HIV/AIDS, mulai dari cara penularan yang benar, langkah-langkah pencegahan, hingga pentingnya deteksi dini. Para peserta juga mendapat kesempatan mendengarkan langsung kisah hidup seorang Orang dengan HIV/AIDS (ODHA), sehingga memperoleh gambaran nyata mengenai tantangan yang dihadapi penyintas sekaligus menumbuhkan empati serta mengikis stigma terhadap ODHA.

Sementara itu, Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa edukasi mengenai HIV/AIDS memiliki kaitan erat dengan keberlanjutan bisnis transportasi perkeretaapian. Sebagai penyedia layanan transportasi publik, kata dia, operasional KAI sangat bergantung pada kualitas, kesehatan, dan produktivitas sumber daya manusia.

Menurut Tohari, apabila pekerja, terutama di bidang operasional maupun pelayanan publik, mengalami penyakit kronis tanpa penanganan yang tepat, kondisi tersebut berpotensi menurunkan produktivitas, meningkatkan tingkat absensi, hingga memengaruhi kelancaran pelayanan dan keselamatan perjalanan kereta api.

Melalui kegiatan edukasi ini, lanjutnya, perusahaan menjalankan langkah preventif agar seluruh kru, masinis, petugas stasiun, maupun pegawai perkantoran tetap berada dalam kondisi kesehatan yang optimal. Selain itu, pemahaman yang benar mengenai HIV/AIDS juga diharapkan mampu menghapus stigma dan diskriminasi di lingkungan kerja sehingga tercipta suasana kerja yang inklusif, aman, dan saling mendukung.

“Melalui sinergi edukasi ini, diharapkan seluruh pekerja KAI Daop 7 Madiun semakin memahami pentingnya pencegahan HIV/AIDS, mulai dari lingkungan keluarga hingga tempat kerja, mampu menghilangkan diskriminasi terhadap ODHA, serta bersama-sama mewujudkan ekosistem perusahaan yang sehat guna mendukung layanan transportasi kereta api yang aman dan terpercaya bagi masyarakat,” kata Tohari. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *