Produksi telur ayam ras milik peternak rakyat di Kabupaten Magetan mengalami surplus.(Foto: Ist)
MAGETAN, NP – Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional dan Pemerintah Kabupaten Magetan bergerak cepat memperkuat langkah penyerapan telur ayam ras guna menjaga keberlangsungan usaha peternak rakyat di tengah melimpahnya produksi telur.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan secara hybrid bersama Kementan, Bapanas, asosiasi perunggasan, peternak, dan pelaku usaha pada Jumat (8/5/2026).
Pemerintah menegaskan kondisi surplus produksi harus dikelola secara cepat dan terukur agar tidak menekan harga di tingkat peternak. Karena itu, berbagai langkah percepatan penyerapan, distribusi, dan penguatan konsumsi terus didorong guna menjaga stabilitas subsektor perunggasan nasional.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan, Nur Haryani, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah cepat untuk membantu penyerapan produksi telur peternak.
“Pemerintah daerah akan memfasilitasi penyerapan telur melalui gerakan pembelian telur oleh ASN serta kampanye konsumsi telur kepada masyarakat. Ini menjadi langkah awal yang bisa segera dilakukan untuk membantu peternak,” ujar Nur Haryani dalam keterangan resmi, Sabtu (9/5/2026).
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Magetan juga memperkuat penyerapan telur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan sosial, dan berbagai program pemenuhan gizi masyarakat.
Menurut Nur Haryani, penyerapan telur melalui MBG akan ditingkatkan dari sebelumnya satu kali menjadi tiga kali dalam seminggu agar produksi telur peternak rakyat dapat lebih banyak terserap.
“Penyerapan telur melalui Program MBG akan kami tingkatkan dari sebelumnya satu kali menjadi tiga kali dalam seminggu. Harapannya, produksi peternak bisa lebih banyak terserap,” katanya.
Pemerintah daerah juga memperkuat program konsumsi telur melalui kegiatan posyandu, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), pencegahan stunting, dan program sosial lainnya agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekaligus membantu menjaga harga di tingkat peternak.
Untuk membantu menekan biaya produksi peternak, bantuan jagung subsidi SPHP mulai disalurkan pada Sabtu (9/5/2026). Langkah tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya pakan dan menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat.
Secara terpisah, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Makmun, mengatakan pemerintah terus memperkuat hilirisasi dan perluasan pasar hasil peternakan agar produksi peternak rakyat terserap optimal.
“Pemerintah terus memperkuat hilirisasi, distribusi, dan perluasan pasar agar hasil produksi peternak dapat terserap lebih optimal. Fokus utama kami adalah menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Makmun.
Kementerian Pertanian juga meminta pemerintah daerah mengatur dan menertibkan pedagang maupun peternak yang menjual telur jauh di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP). Pemerintah daerah dinilai perlu mengambil peran dalam menjaga harga telur tetap berada dalam rentang HAP agar peternak memperoleh keuntungan dan tetap bersemangat meningkatkan produksi.
Kementerian Pertanian terus memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah, asosiasi perunggasan, kementerian dan lembaga terkait, serta pelaku usaha untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan baku pakan.
Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, pemerintah memastikan negara hadir menjaga peternak rakyat agar tetap mampu berproduksi dan berkembang di tengah dinamika pasar.
Pemerintah optimistis penguatan penyerapan telur, distribusi antardaerah, pengendalian biaya produksi, dan peningkatan konsumsi protein hewani akan menjaga stabilitas subsektor perunggasan nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat. (red)







Be First to Comment