Ketua umum Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif (PPEKRAF), Tengku Hj. Nurliyana Habsjah Sapuan bersama Ketua DPD PPEKRAF Sumatera Barat, Maria Feronika pada pelantikan pengurus DPD PPEKRAF Sumatera Barat, Senjn (4/5/2026). (Foto: PPEKRAF)
JAKARTA, NP- Ketua umum Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif (PPEKRAF), Tengku Hj Nurliyana Habsjah Sapuan mendorong DPD PPEKRAF Sumatera Barat (Sumbar) terus berkreasi agar produk-produk ekonomi kreatif daerah bisa tampil di pasar nasional dan internasional.
Produk ekonomi kreatif Indonesia secara motif dan kualitas tidak kalah dengan asing.
“Pasalnya, kita punya kearifan lokal yang tidak dimiliki asing. Jadi ini sebuah keunggulan daerah,” ucap Nurliyana usai melantik Ketua DPD PPEKRAF Sumatera Barat, Maria Feronika di Padang Panjang, Senin, (4/5/2026).
Untuk diketahui, bahwa istri Walikota Padang Panjang, Maria Feronika resmi menjabat Ketua DPD Sumatera Barat periode 2026-2028.
“Saya melihat bahwa PPEKRAF Sumbar bisa bersinergi dengan kegiatan Sumbar Creative Economy Festival (SCF) yang sudah berjalan baik,” imbuh Nurliyana dalam siaran persnya.
Menurut Liya-sapaan akrab Tengku Hj. Nurliyana Habsjah Sapuan, bahwa pelantikan ini sekaligus mengambil momentum peringatan Hari Kartini.
“Semangat Kartini telah menyebar ke seluruh Nusantara, termasuk di Sumbar. Kartini-Kartini modern memberi warna kemajuan industri ekonomi kreatif,” terang Liya yang juga menjadi Ketua Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS).
“Alhamdulillah, agar kaun perempuan yang memiliki kreatifitas bisa mendapat suppor dan begitu juga denga anak anak Gen Z,” ujar Liya.
Sementara itu Ketua DPD PPEKRAF Sumatera Barat, Maria Feronika menegaskan siap membesarkan organisasi PPEKRAF secara profesional dan independen. “Kita akan bekerjasama dengan semua lembaga untuk memajukan industri ekonomi kreatif lokal,” imbuhnya.
Berdasarkan data 2025, ekonomi kreatif (ekraf) di Sumatera Barat menunjukkan perkembangan pesat dengan fokus pada digitalisasi, local wisdom (kearifan lokal), dan keberlanjutan (green economy).
Produk ekraf yang paling banyak diminati antara lain, berdasarkan tren transaksi di Sumbar Creative Economy Festival (SCF) 2025, antara lain: Kuliner Khas Minang (Tertinggi): Rendang (daging/ayam), sate Padang, gulai nangka, dan olahan makanan khas lainnya masih menjadi primadona.
Fashion dan Kerajinan (Kriya): Pakaian dengan sentuhan wastra lokal (seperti songket atau batik tanah liek) serta kerajinan tangan khas Sumbar.
Film, Animasi, dan Video: Subsektor ini masuk dalam roadmap unggulan 2025-2029. (har)







Be First to Comment