Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris memberikan keterangan pers terkait penggagalan penyelundupan sekitar 200 ton arang bakau di Dermaga TNI AL Bangsal, Dumai, Riau, Rabu (11/3/2026). (Foto:Ist)
JAKARTA, NP – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Dumai bersama Satgas Gabungan TNI AL berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sekitar 200 ton arang bakau di perairan Kepulauan Meranti. Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil operasi pengawasan yang dilakukan secara intensif oleh unsur intelijen dan patroli laut di wilayah tersebut.
“Pengungkapan kasus ini berawal dari kegiatan observasi dan pemantauan yang dilaksanakan Tim Satgas Ops Intelmar Koarmada I bersama personel Patkamla Lanal Dumai di perairan Selat Panjang terhadap kapal KLM Samudera Indah Jaya GT 172 yang diduga mengangkut arang bakau hasil penebangan ilegal,” ujar Abdul Haris saat memimpin konferensi pers di Dermaga TNI AL Bangsal, Dumai, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, setelah dilakukan pengejaran, kapal tersebut berhasil dihentikan pada pukul 17.36 WIB. Selanjutnya kapal dikawal menuju Dermaga TNI AL Bangsal Aceh, Dumai, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas.
Dari hasil pemeriksaan awal diketahui kapal tersebut mengangkut sekitar 200 ton arang bakau yang diduga melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.
Kepala Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatera Hari Novianto menyampaikan bahwa potensi kerugian negara akibat aktivitas ilegal tersebut diperkirakan mencapai Rp4,6 miliar. Ia menegaskan pihaknya masih akan terus mendalami kasus ini untuk menelusuri pihak-pihak yang terlibat. “Kasus ini akan terus didalami hingga kepada pihak penerima manfaat atau beneficial owner,” katanya.
Keberhasilan tersebut menegaskan komitmen TNI AL dalam menjaga keamanan laut sekaligus melindungi sumber daya alam dari aktivitas ilegal yang berpotensi merusak ekosistem pesisir, khususnya kawasan mangrove yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Langkah penindakan ini juga sejalan dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali agar seluruh jajaran TNI AL meningkatkan kewaspadaan serta tidak memberikan toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran hukum di laut. (red)







Be First to Comment