Press "Enter" to skip to content

Kementan Sebut Pembatasan Impor Unggas Arab Saudi Bersifat Sanitari

Social Media Share

Ilustrasi- Peternakan ayam ras. (Foto: Dok)

JAKARTA, NP — Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan pembatasan impor unggas dan telur oleh Arab Saudi merupakan langkah sanitari yang bersifat kehati-hatian dan umum diterapkan dalam perdagangan internasional produk peternakan. Indonesia masuk daftar negara dengan pembatasan sejak 2004, mengikuti peningkatan kasus avian influenza global.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menegaskan pemerintah memanfaatkan situasi ini untuk memperkuat sistem kesehatan hewan nasional. “Biosekuriti, surveilans penyakit, serta penerapan zonasi dan kompartemen berjalan konsisten sebagai standar nasional,” ujar Agung, Rabu (25/2/2025).

Dari sisi ekonomi, dampak terhadap industri unggas dinilai terbatas karena ekspor ke Arab Saudi relatif kecil. Namun, pemerintah mendorong pembukaan pasar melalui diplomasi veteriner dan penguatan produk olahan. Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan, Makmun, menyebut produk olahan unggas yang telah dipanaskan sesuai standar HPAI sudah mendapat persetujuan ekspor, sementara karkas dan telur masih dalam negosiasi teknis.

Indonesia sebagai produsen unggas terbesar ASEAN dengan populasi sekitar 3,9 miliar ekor menargetkan ekspor produk olahan, termasuk heat-treated atau retort sterilized, untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia. Data menunjukkan ekspor produk olahan daging ayam ke Arab Saudi mencapai 19 ton senilai USD 294.654 pada 2023, dan produk olahan lainnya meningkat hingga lebih dari USD 132 juta pada 2024.

Kementan menegaskan penguatan biosekuriti, vaksinasi berbasis risiko, pengendalian lalu lintas unggas, serta sertifikasi kesehatan veteriner yang sesuai standar WOAH terus dijalankan. Pemerintah juga membuka komunikasi teknis dengan Arab Saudi untuk memperluas akses pasar secara bertahap melalui produk olahan. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *