Pesawat Pelita Air Service jenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA dilaporkan mengalami kecelakaan di wilayah Kaltara. ( Foto : Dok Sarnas)
TARAKAN, NP– Pesawat milik Pelita Air Service jenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA dilaporkan mengalami kecelakaan di wilayah Long Bawan, Kalimantan Utara, Rabu (19/2/2026). Dalam peristiwa tersebut, pilot pesawat ditemukan meninggal dunia.
Pesawat dengan nomor penerbangan PAS7101 itu terbang dari Long Bawan menuju Tarakan. Berdasarkan data operasional, pesawat start engine pukul 12.04 Wita dan melakukan kontak pertama dengan ATC pada 12.06 Wita. Setelah mendapat izin taxi dan line up runway 22, pesawat airborne pada pukul 12.10 Wita.
Pada pukul 12.14 Wita, pilot masih sempat menyampaikan estimasi posisi abeam Malinau serta perkiraan waktu tiba (ETA) di Tarakan. Namun sekitar pukul 12.25 Wita, saksi mata di apron melihat pesawat turun dalam posisi miring ke arah belakang bukit di ujung landasan 22.
Pihak AirNav Unit Long Bawan segera berkoordinasi dengan otoritas bandara. Tak lama berselang, pesawat milik Susi Air dengan registrasi PK-BVN melaporkan menerima sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) aktif dalam radius sekitar lima kilometer dari arah final runway 22.
Tim gabungan yang terdiri dari Danpos AU, Danramil, Basarnas, dan masyarakat bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya pesawat. Pada pukul 13.25 Wita, lokasi pesawat berhasil ditemukan.
Pilot yang diketahui bernama Capt. Hendrick ditemukan pada pukul 14.33 Wita dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi. Jenazah kemudian dibawa ke RS Pratama Long Bawan pada pukul 15.20 Wita.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tarakan, Syahril, S.E., membenarkan kejadian tersebut.
“Kami menerima informasi terkait hilang kontak dan dugaan jatuhnya pesawat di wilayah Long Bawan. Tim SAR gabungan segera dikerahkan setelah adanya laporan sinyal ELT aktif,” ujarnya dalam keterangan pers, Rabu (19/2/2026).
Ia menambahkan, proses evakuasi dilakukan dengan memperhatikan kondisi medan serta cuaca di lokasi kejadian.
“Pilot ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat. Selanjutnya penanganan dan investigasi menjadi kewenangan pihak terkait,” tambahnya.
Diketahui, pesawat tersebut membawa satu orang (1 POB), yakni pilot. Saat kejadian, kondisi cuaca dilaporkan hujan ringan (-RA) dengan jarak pandang enam kilometer, angin 240/02 knot, cloud base BKN 014, suhu 23 derajat Celsius, dan QNH 1017.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh otoritas berwenang. (H.T/ rls)











Be First to Comment