Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI Muchlis M. Hanafi (Indonesia) mengikuti Forum Internasional Pentashihan Mushaf Al-Qur’an di Karbala, Irak, 2–5 Februari 2026. (Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Muchlis M. Hanafi mewakili Indonesia dalam Forum Internasional Pentashihan Mushaf Al-Qur’an yang digelar di Karbala, Irak, pada 2–5 Februari 2026. Forum ini diselenggarakan atas undangan Diwan Al-Waqf al-Syi’i Pemerintah Irak.
Keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut menegaskan peran aktif negara dalam diplomasi keagamaan global, khususnya dalam isu-isu strategis terkait penjagaan otoritas dan keotentikan mushaf Al-Qur’an.
Dalam forum itu, Muchlis M. Hanafi hadir sebagai anggota Komite Internasional Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Irak yang mushafnya akan diterbitkan oleh Al-Atabah al-Husainiyah. Ia bergabung bersama para pakar Al-Qur’an dari berbagai negara dunia Islam, antara lain Yordania, Mesir, Suriah, serta negara-negara lainnya.
Forum internasional ini membahas berbagai aspek teknis dan ilmiah mushaf Al-Qur’an, meliputi rasm mushaf, qirā’āt, ḍabṭ, tanda waqaf, hingga standar akademik dalam penerbitan mushaf yang sahih dan bertanggung jawab.
“Keikutsertaan ini merupakan bagian dari kontribusi berkelanjutan Indonesia dalam penguatan kerja sama keagamaan internasional,” ujar Muchlis M. Hanafi di Karbala, Selasa (3/2/2026).
Muchlis M. Hanafi sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama pada periode 2015–2022. Doktor lulusan Universitas Al-Azhar Mesir ini hingga kini aktif terlibat dalam berbagai forum global terkait kajian dan penjagaan otoritas mushaf Al-Qur’an.
Selain terlibat dalam forum di Irak, Muchlis juga tercatat sebagai anggota tim pentashih Mushaf al-Ummah di Turki, sebuah proyek internasional yang melibatkan ulama Al-Qur’an dari 15 negara dan diketuai Syeikh Ahmad Isa al-Ma’sharawi. Di tingkat global, ia juga menjadi anggota Majelis ‘Ilmi Platform Sanad lil Ijāzah al-Qur’āniyyah, sebuah inisiatif internasional yang diluncurkan di Qatar pada 2024.
Partisipasi aktif ulama Indonesia dalam berbagai forum internasional ini sejalan dengan kebijakan Menteri Agama Republik Indonesia serta arahan Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat peran Indonesia di panggung global, khususnya melalui diplomasi keagamaan, moderasi beragama, dan pengembangan kerja sama lintas negara Islam.
“Melalui keterlibatan ini, Indonesia tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai mitra strategis dan rujukan keilmuan dalam isu-isu Al-Qur’an dan keislaman kontemporer,” kata Muchlis.
Ia menegaskan, diplomasi keagamaan Indonesia terus diarahkan untuk memperkuat nilai wasathiyah, dialog lintas mazhab, serta komitmen bersama umat Islam dunia dalam menjaga kemurnian dan otoritas mushaf Al-Qur’an. (red)







Be First to Comment