Press "Enter" to skip to content

Kementerian PU dan Anhui China Bahas Pengelolaan Sumber Daya Air

Last updated on 22/01/2026

Social Media Share

Direktur Sistem dan Strategi Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PU, Fikri Abdurrachman, bersama jajaran Ditjen SDA Kementerian PU berfoto bersama delegasi Provinsi Anhui, China, usai diskusi di Gedung Kementerian PU, Jalan Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.(Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Kunjungan delegasi Departemen Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Anhui, China, ke Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Selasa (20/1/2026) diisi dengan diskusi serta studi banding terkait penyelenggaraan dan pelaksanaan kebijakan pengelolaan SDA di Indonesia dan China.

Dalam pertemuan tersebut, Kementerian PU terlebih dahulu memaparkan pengelolaan sumber daya air nasional serta dampak perubahan iklim terhadap sektor air. Selanjutnya, Ketua Delegasi Anhui, Chen Xinyu, yang juga menjabat Deputy Director Departemen SDA Provinsi Anhui, menyampaikan paparan mengenai South–North Water Transfer Project (SNWTP).

Direktur Sistem dan Strategi Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PU, Fikri Abdurrachman, bersama jajaran Ditjen SDA Kementerian PU menggelar diskusi dengan delegasi Provinsi Anhui, China, terkait pengelolaan sumber daya air.(Foto:Ist)

Pada sesi tanya jawab, Direktur Sistem dan Strategi Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PU, Fikri Abdurrachman, menanyakan skema perencanaan program dan pembiayaan proyek SNWTP.
“Apakah proyek tersebut dikerjakan secara lintas provinsi atau menggunakan alokasi anggaran dari APBD Anhui saja?” ujar Fikri.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Chen Xinyu menjelaskan bahwa pembiayaan proyek berasal dari anggaran pemerintah daerah (APBD) masing-masing provinsi, meskipun proses penganggaran tetap harus mengikuti ketentuan blueprint Kementerian SDA Pemerintah China. SNWTP merupakan proyek lintas provinsi, di mana setiap provinsi bertanggung jawab atas pengelolaan sungai dan danau di wilayahnya masing-masing.

“Masing-masing provinsi menjalankan proyek aliran air di daerahnya, tetapi harus tetap sejalan dengan blueprint Kementerian SDA China,” jelas Chen.

Direktur Sistem dan Strategi Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PU, Fikri Abdurrachman (kiri), bertukar cenderamata dengan Ketua Delegasi Provinsi Anhui, China, Chen Xinyu.(Foto:Ist)

Diskusi berlangsung sekitar satu setengah jam. Dari Kementerian PU hadir antara lain Fikri Abdurrachman, Ari Setyorini (Kepala Subdirektorat Pengelolaan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri, Direktorat Sistem dan Strategi Pengelolaan SDA), Anggun Etika Putriasri (Kepala Subdirektorat Perencanaan Teknis Sungai dan Pantai, Direktorat Sungai dan Pantai), serta Danny Riyadi Tama (Kepala Subdirektorat Data dan Sistem Informasi SDA, Direktorat Bina Teknik SDA). Dari pihak swasta nasional, turut hadir pengusaha Sigit Purnomo.

Provinsi Anhui merupakan wilayah landlocked atau terkurung daratan sehingga tidak memiliki akses langsung ke laut. Dengan jumlah penduduk sekitar 60 juta jiwa, Anhui bukan termasuk provinsi berskala besar di China. Wilayah ini memiliki sekitar 901 alur sungai serta 128 air terjun.

Pengusaha swasta nasional Indonesia, Sigit Purnomo (kiri), berfoto bersama Direktur Sistem dan Strategi Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PU, Fikri Abdurrachman (tengah), di sela diskusi pengelolaan sumber daya air.(Foto:Ist)

Sebagai daerah tanpa pantai, Pemerintah Provinsi Anhui bersama masyarakatnya berhasil membangun sistem pengelolaan sungai terpadu yang mencakup water storage and retention structures, peningkatan kapasitas penyimpanan sungai, pembangunan floodway dan kanal, serta infrastruktur pendukung lainnya. Sistem tersebut dinilai efektif dalam mencegah banjir.
“Pembangunan bendungan dan jaringan irigasi telah mencapai panjang hingga 40.000 kilometer,” kata Chen.

Total anggaran proyek SNWTP mencapai 280 miliar yuan China dengan masa pembangunan selama 12 tahun, yakni 2016–2028. Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahap uji coba, evaluasi pengalihan alur sungai, serta pengusahaan sumber daya air.
“Proyek ini sangat penting sebagai sumber pasokan air dari Sungai Yangtze yang dialirkan ke Sungai Huaihe. Rata-rata curah hujan tahunan hanya sekitar 700 milimeter, sementara kebutuhan air bersih untuk rumah tangga dan industri di Anhui sangat besar,” ujar Chen Xinyu. (Liu)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *