Prajurit Marinir TNI AL menembus medan ekstrem dan jalur licin di kawasan pegunungan Maros dalam operasi pencarian dan evakuasi pesawat ATR 400. (Foto: Ist)
SULSEL, NP – Prajurit Petarung Korps Marinir TNI Angkatan Laut dari Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) VI Makassar, Senin (19/1/2026), melaksanakan operasi pencarian dan evakuasi pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak dan jatuh di wilayah pegunungan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Dalam siaran pers yang diterima Selasa (20/1/2026) disebutkan, pesawat dengan rute Yogyakarta–Makassar itu terakhir terpantau berada di kawasan pegunungan sebelum komunikasi terputus. Berdasarkan data tersebut, fokus pencarian diarahkan ke sektor darat yang memiliki kontur ekstrem dengan akses terbatas.
Menindaklanjuti laporan tersebut, prajurit Marinir bergerak cepat menuju lokasi pencarian dengan menyusuri hutan dan mendaki jalur pegunungan terjal. Dengan dukungan perlengkapan SAR serta kemampuan navigasi di medan ekstrem, tim melakukan penyisiran intensif guna menemukan badan pesawat maupun para korban.
Kondisi cuaca yang tidak menentu, jalur licin, serta vegetasi lebat menjadi tantangan utama dalam operasi ini. Proses pencarian dan evakuasi dilaksanakan secara terpadu bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). (red)







Be First to Comment