Zarqa Yaftali menerima penghargaan Zayed 2026 dengan rasa haru, sebagai pengakuan atas dedikasinya memajukan pendidikan anak perempuan Afghanistan.(Foto : Ist).
ABU DHABI, NP — Zayed Award for Human Fraternity (Penghargaan Zayed untuk Persaudaraan Manusia) mengumumkan penerima penghargaan tahun 2026: perjanjian perdamaian bersejarah antara Azerbaijan dan Armenia, serta tokoh advokasi pendidikan anak perempuan Afghanistan, Zarqa Yaftali. Keduanya menjadi penerima pertama dari wilayah Kaukasus dan Afghanistan.
Perjanjian Agreement on Establishment of Peace and Inter-State Relations between the Republic of Azerbaijan and the Republic of Armenia dipilih karena berhasil mendorong dialog, normalisasi hubungan, dan penyelesaian konflik puluhan tahun. Dokumen ini menegaskan bahwa rekonsiliasi adalah proses berkelanjutan, bukan peristiwa tunggal.
Zarqa Yaftali menerima penghargaan atas dedikasinya menyediakan pendidikan, dukungan psikososial, dan layanan komunitas bagi lebih dari 100.000 anak di Afghanistan, membawa harapan dan pengetahuan bagi anak perempuan di lingkungan terbatas.
Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, menyampaikan penghargaan ini memiliki makna khusus karena menyandang nama almarhum Syekh Zayed bin Sultan Al Nahyan, pendiri UEA, dan didukung Paus Leo XIV serta Imam Besar Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb. Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan, menekankan penghargaan ini sebagai pengakuan atas kerja kolektif pemerintah, parlemen, dan masyarakat dalam mewujudkan perdamaian di wilayah Kaukasus.
Zarqa Yaftali mengungkapkan rasa sukacita dan keharuan, menilai penghargaan ini sebagai pesan kuat bagi perempuan Afghanistan, khususnya pelajar dan peserta program pendidikan perdamaian, keamanan, dan kepemimpinan.
Para penerima dipilih oleh dewan juri global independen, termasuk Charles Michel, Moussa Faki Mahamat, Catherine Russell, Saida Mirziyoyeva, Kardinal José Tolentino de Mendonça, dan Sekretaris Jenderal Mohamed Abdelsalam. Abdelsalam menegaskan, perjanjian perdamaian ini mencerminkan misi Zayed Award dalam mempromosikan dialog dan koeksistensi, sekaligus tonggak penting bagi perdamaian global.
Penghargaan akan diserahkan pada 4 Februari 2026, bertepatan Hari Persaudaraan Manusia Internasional, di Founder’s Memorial, Abu Dhabi, pukul 19.00 waktu setempat, dan disiarkan langsung di kanal YouTube resmi Zayed Award.
Sejak 2019, Zayed Award telah menghormati 19 tokoh dan organisasi global, termasuk Paus Fransiskus, Imam Besar Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan berbagai lembaga kemanusiaan internasional. (red)







Be First to Comment