Prajurit Korps Marinir TNI AL bergotong royong membersihkan sisa lumpur di lingkungan sekolah terdampak bencana sebagai bagian dari upaya pemulihan.(Foto: Ist)
JAKARTA, NP — Suasana di SDN No. 152981 Tukka 1B, Jalan Humala Tambunan, tampak berbeda. Tidak terdengar riuh aktivitas belajar-mengajar siswa, melainkan derap langkah dan semangat gotong royong para prajurit TNI Angkatan Laut dari Korps Marinir, Jumat (2/1).
Berdasarkan siaran pers yang diterima redaksi, Minggu (4/1/2026), pascabencana yang melanda wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, sisa lumpur tebal masih mengendap di lantai kelas dan selasar sekolah. Kondisi tersebut mendorong prajurit Marinir TNI AL yang tergabung dalam Satgas Gulbencal Kodaeral II untuk turun memberikan perbantuan.
Dalam siaran pers disebutkan, upaya ini dilakukan untuk mengembalikan ruang belajar yang layak. Para prajurit bersama personel Kodaeral II bahu-membahu mengeruk tumpukan lumpur yang menutup akses pendidikan. Fokus kegiatan meliputi pembersihan ruang kelas, teras sekolah, hingga area halaman.
Aksi tersebut dilakukan agar para siswa di wilayah Tukka dapat segera kembali bersekolah tanpa harus menunggu waktu lama. Bagi para prajurit, membersihkan lingkungan sekolah tidak semata menjalankan tugas kedinasan, melainkan bentuk kepedulian untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi generasi penerus bangsa.
Langkah nyata ini sejalan dengan pesan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) yang menekankan bahwa TNI AL harus senantiasa hadir sebagai solusi bagi masyarakat, terutama pada masa sulit pascabencana.
Kehadiran prajurit Korps Marinir TNI AL di Tapanuli Tengah menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan TNI AL dalam menjalankan misi kemanusiaan. Hingga kini, personel dan bantuan terus dikerahkan di sejumlah titik terdampak bencana guna mempercepat proses pemulihan serta memastikan masyarakat tidak merasa sendirian menghadapi situasi sulit. (red)







Be First to Comment