Press "Enter" to skip to content

Harga Pakan Terkendali, Pemerintah Pastikan Usaha Peternak Tetap Layak

Social Media Share

Ilustrasi – Harga pakan terkendali, semangat peternak tetap membara! (Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa harga pakan ternak, khususnya pakan unggas, masih terkendali. Peningkatan harga dipastikan masih memungkinkan usaha budidaya tetap layak dan margin peternak terjaga. Pernyataan ini menanggapi kekhawatiran publik terkait lonjakan harga pakan di tingkat peternak dan dampaknya terhadap harga ayam dan telur.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebut kenaikan harga pakan beberapa bulan terakhir dipicu oleh harga jagung pipilan kering sebagai bahan baku utama.

Direktur Pakan Kementan, Tri Melasari, menjelaskan bahwa pemerintah memantau pergerakan harga pakan dan jagung setiap hari serta berkoordinasi dengan industri pakan. “Rata-rata kenaikan harga pakan sejak awal September hingga 11 Desember 2025 berada di kisaran ratusan rupiah per kilogram. Kenaikan ini masih moderat, meski sempat menekan cashflow peternak pada Oktober–November,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Senin (15/12/2025).

Tri menegaskan pemerintah sudah menyiapkan berbagai instrumen stabilisasi, salah satunya penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). “Dengan langkah ini, biaya bahan baku pakan tidak melonjak tajam dan tidak membebani peternak,” tambahnya. Lebih dari 52.400 ton jagung pakan telah disalurkan dengan harga acuan Rp 5.000–5.500 per kilogram di tingkat peternak.

Beberapa produsen pakan juga sudah menyesuaikan harga turun, bahkan hingga Rp 1.400 per kilogram untuk jenis tertentu, menunjukkan komitmen pemerintah dan pelaku usaha melindungi peternak serta menjaga pasokan protein hewani.

Tri Melasari mengimbau peternak aktif melaporkan jika menemukan harga di lapangan jauh di atas kisaran rata-rata industri melalui dinas atau kanal resmi Kementan.

Ketua Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Desianto Budi Utomo, menyatakan anggota GPMT mengikuti arahan pemerintah terkait harga jagung. “Kami berharap upaya pemerintah menstabilkan harga bahan pakan berhasil, karena jagung menyumbang 85% dari struktur biaya pakan,” katanya.

Peternak pun mendorong transparansi harga jagung dan pakan, distribusi jagung SPHP yang merata, serta pengawasan perdagangan tidak wajar agar harga pakan, ayam, dan telur tetap stabil, sekaligus menjaga inflasi pangan (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *