Setelah berbulan terputus, akses warga Sibabangun akhirnya tersambung lagi. Jembatan Bailey Anggoli kini siap dilintasi.(Foto: Ist)
TAPANULI TENGAH — Akses vital warga di Kecamatan Sibabangun akhirnya kembali pulih setelah pemasangan Jembatan Bailey di titik Anggoli rampung 100 persen pada Rabu (10/12/2025). Pekerjaan jembatan darurat sepanjang 33 meter (11 petak) tipe 2-1 itu dituntaskan Satgas Yonzipur 1/DD yang dikerahkan di bawah komando Danyonzipur 1/DD Letkol Czi Andri Prasetyo Wibowo, S.Hub.Int.
Rampungnya jembatan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang selama berminggu-minggu terdampak putusnya jalur penghubung akibat kerusakan jembatan lama. Dengan kembalinya fungsi lintasan tersebut, mobilitas warga, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi lokal dipastikan kembali bergerak normal.
Dalam proses pengerjaan, personel satgas merakit seluruh material utama secara bertahap dan presisi. Mulai dari pemasangan panel, gelagar lintang dan gelagar lantai, hingga komponen penunjang seperti topang sisi, bingkai siku-siku, tiang ujung, plat dasar, bancik pemasangan, dan siku-siku angin. Seluruh bagian dirakit untuk memastikan struktur aman dilewati kendaraan.
Untuk menunjang kelancaran pekerjaan, satgas mengoperasikan satu unit Mobil Trado Yap Crane, dua dump truck, dan satu mobil NPS. Peralatan tersebut berperan penting dalam pengangkutan material maupun pengangkatan panel jembatan selama proses instalasi.
Memasuki tahap akhir, personel melakukan penyempurnaan konstruksi pada panel, gelagar, dan bingkai rangka. Setelah dinyatakan selesai, material sisa kembali diangkut menggunakan Trado Crane menuju lokasi penyimpanan.
Kapendam I/BB menyampaikan apresiasi atas kinerja cepat dan presisi prajurit di lapangan. “Pemasangan Jembatan Bailey di Anggoli yang hari ini mencapai 100 persen diharapkan segera memulihkan akses masyarakat dan memperlancar distribusi kebutuhan warga,” ujarnya.
Selesainya pembangunan ini menegaskan komitmen TNI AD, khususnya Satgas Yonzipur 1/DD, dalam bergerak cepat membantu pemerintah daerah memulihkan infrastruktur vital yang terdampak bencana. (red)







Be First to Comment