Ilustrasi – Modernisasi peternakan untuk wujudkan ketahanan pangan bangsa. (Ist)
JAKARTA, NP — Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyiapkan investasi jumbo sebesar Rp20 triliun untuk memperkuat ekosistem peternakan ayam pedaging dan petelur secara terintegrasi di seluruh Indonesia. Program ini diyakini bakal menjadi pondasi baru ketahanan pangan nasional, terutama dalam penyediaan protein hewani terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, pembangunan ekosistem peternakan ayam merupakan bagian penting dari percepatan hilirisasi pangan nasional. Langkah ini juga dirancang untuk memastikan pasokan daging ayam dan telur bagi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“BUMN akan bergerak di hulu—mulai dari grandparent stock, parent stock, pembangunan RPHU, cold storage, hingga olahan hasil ternak. Sementara sektor budidaya atau on farm dikerjakan oleh peternak rakyat UMKM dan koperasi, termasuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP),” ujar Amran dalam keterangan tertulis, Jumat (14/11/2025).
Harga Lebih Stabil, Peternak Kecil Dilindungi
Menurut Amran, skema pembagian peran ini akan menstabilkan harga pakan serta anak ayam umur sehari (DOC), yang selama ini fluktuatif dan kerap menekan peternak kecil.
“Dengan cara ini, harga pakan dan DOC bisa lebih stabil. Peternak kecil terlindungi, konsumen pun tidak terbebani harga tinggi,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah ingin mendorong peternak kecil naik kelas melalui penguatan ekosistem, bukan mengambil alih peran mereka.
“Kita ingin peternak kecil tidak hanya bertahan, tapi naik kelas. Pemerintah hadir membangun ekosistem, bukan menggantikan mereka,” tegasnya.
Dikaji Bersama, Dieksekusi Setelah SKB Terbit
Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa pembangunan peternakan terintegrasi ini tengah dikaji secara menyeluruh. Implementasinya kelak akan diatur melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) sejumlah kementerian dan lembaga.
“Danantara tentu mengkaji dengan baik, dan akan melaksanakan ini sesuai kaidah korporasi yang sehat,” ujarnya. Ia memastikan program mulai dijalankan segera setelah infrastruktur dan regulasi ditetapkan.
Investasi Rp20 triliun tersebut akan difokuskan pada pembangunan pembibitan modern, pabrik pakan, serta fasilitas distribusi yang terintegrasi dengan sistem logistik nasional—terutama di luar Jawa. Adapun budidaya ayam pedaging dan petelur akan dikelola peternak rakyat di bawah KDMP, dengan dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp50 triliun.
Penopang Baru Stabilitas Harga
Pemerintah memastikan kehadiran BUMN di hulu peternakan akan berfungsi sebagai penopang stabilitas harga pakan dan DOC, mirip dengan peran Bulog dalam menjaga harga beras.
“Insya Allah ke depan harga lebih stabil, peternak tidak rugi. Itu yang kita jaga,” kata Amran.
Ia menegaskan program ini bukan membangun sistem dari nol, melainkan memperkuat ekosistem yang sudah ada agar lebih efisien dan kompetitif.
Tiga Juta Lapangan Kerja
Pemerintah memproyeksikan ekosistem terintegrasi ini mampu menciptakan hingga tiga juta lapangan kerja baru dalam empat tahun ke depan, sekaligus menggairahkan ekonomi desa. Seluruh pembangunan akan dinaungi regulasi kuat lewat Perpres atau SKB, dengan pendanaan yang dikelola Danantara Indonesia.
Dengan kolaborasi erat antara peternak kecil dan BUMN, pemerintah optimistis pasokan ayam dan telur nasional bakal terjaga, harga stabil, dan kontribusi peternak rakyat meningkat signifikan bagi ketahanan pangan nasional. (red)







Be First to Comment