Dari Yogyakarta untuk Dunia: Tas yang Bercerita, Rasa Lokal, Gaya Global.(Ist)
JAKARTA, NP – Yogyakarta selalu menawarkan kekayaan budaya yang tak lekang oleh waktu, dari Tugu Jogja hingga kemegahan Candi Ratu Boko. Dari kota budaya inilah lahir Criyos, jenama fesyen lokal yang memperkenalkan Indonesia melalui cerita yang diwujudkan dalam desain tas.
Nama Criyos diambil dari bahasa Jawa yang berarti “cerita”. Setiap produk Criyos, termasuk tas dengan lukisan Taman Sari, dirancang untuk menceritakan sejarah dan keindahan tempat-tempat di Yogyakarta. “Criyos adalah tas bercerita. Kami ingin orang tahu sejarahnya hingga terdorong untuk berkunjung langsung ke lokasi yang kami lukiskan,” ujar Dilha Ayu Paramita, pendiri Criyos, dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/11/2025).
Criyos lahir pada 2023. Setiap koleksi bermula dari perjalanan Dilha untuk memotret berbagai lokasi, kemudian dituangkan dalam bentuk sketsa yang menjadi dasar desain tas. Sketsa ini kemudian dipoles lebih rinci oleh pelukis sebelum diaplikasikan pada tas berbahan kulit, kanvas, dan denim. Setiap tas juga disertai narasi mengenai lokasi yang digambarkan.
Lukisan pada tas Criyos menggunakan metode hand painting dan digital painting, dikerjakan secara manual oleh pelukis lokal Yogyakarta. Semua produk sepenuhnya handmade dan berbasis lokal, mulai dari bahan baku hingga pengerjaan. Produk ini dipasarkan di Galery Criyos, Sleman, Yogyakarta, serta secara daring melalui Instagram @criyosbag.
Tidak hanya dikenal di dalam negeri, Criyos telah menjangkau konsumen di Pulau Sumatra dan Bali, bahkan menjadi suvenir Indonesia di luar negeri, termasuk Malaysia, Australia, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
Kisah Criyos berlanjut di Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026, dengan kolaborasi bersama jenama fesyen Ederra. Selain tampil di panggung peragaan, Criyos juga menempati stan pameran yang difasilitasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY (Disperindag DIY).
“Alhamdulillah, keikutsertaan kami di JMFW 2026 membuka kesempatan untuk dikenal di tingkat nasional dan berkolaborasi dengan lebih banyak pihak,” kata Dilha.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menyebut Criyos sebagai contoh nyata bagaimana kreativitas anak bangsa mampu menembus pasar global. “Criyos tidak sekadar menjual produk, tetapi juga menghadirkan cerita sekaligus memperkenalkan keindahan Indonesia. Kreativitas seperti inilah kunci agar produk lokal bersaing di pasar internasional,” ujar Puntodewi.
Dari tangan-tangan kreatif pelaku usaha di Yogyakarta, lahir karya yang tidak hanya indah, tetapi sarat makna. Melalui detail yang digoreskan pada tas, Criyos memperkenalkan Indonesia secara fungsional, modern, dan visual. Dengan inovasi dan kreativitas, setiap tas bercerita, mengundang masyarakat untuk mengenal, mengagumi, dan mengunjungi tempat-tempat yang digambarkan. (red)







Be First to Comment