Para Pasis Dikreg Angkatan ke-65 antusias menyimak paparan tentang kepemimpinan lapangan serta pengalaman operasi militer yang disampaikan narasumber.(Foto: Ist)
JAKARTA, NP — Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo menerima kunjungan Laksamana TNI (Purn) Achmad Taufiqoerrochman, S.E. dalam rangka kegiatan kuliah umum kepada Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut angkatan ke-65 Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Kepemimpinan Lapangan” dan digelar di Amphitheater Gedung Samadikun Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).
Dalam sambutan pengantarnya, Ariantyo Condrowibowo menegaskan apresiasi atas kehadiran dan kesediaan narasumber untuk berbagi pengalaman strategis kepada para perwira siswa. “Atas nama seluruh civitas akademika Seskoal, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kesediaan Laksamana TNI (Purn) Achmad Taufiqoerrochman, S.E. memberikan kuliah umum kepada Pasis Dikreg Seskoal angkatan ke-65 TA 2026,” ujarnya. Ia juga berpesan agar para peserta menjadikan materi tersebut sebagai bekal penting dalam menghadapi tugas kepemimpinan ke depan. “Kepada seluruh Pasis Dikreg Seskoal, jadikan kuliah umum ini sebagai bekal intelektual dalam menyongsong tugas-tugas besar yang menanti kalian di masa depan sebagai calon-calon pemimpin TNI dan TNI Angkatan Laut.”
Sementara itu, dalam paparannya, Achmad Taufiqoerrochman menjelaskan sejumlah konsep fundamental kepemimpinan militer, mulai dari 12 prinsip kepemimpinan, kualitas yang harus dimiliki seorang pemimpin lapangan, hingga penerapan asas Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Ia menekankan pentingnya ketegasan, analisis situasi, serta kemampuan mengambil keputusan di medan tugas yang dinamis.
Selain itu, ia juga membagikan pengalaman operasional selama berdinas di lingkungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut, termasuk sejumlah operasi penting seperti pembebasan sandera kapal MT Pematang di Selat Malaka serta Operasi Duta Samudera 1 dalam pembebasan MV Sinar Kudus dari pembajakan di perairan Somalia. Pengalaman tersebut disebutnya sebagai pembelajaran nyata tentang kompleksitas operasi militer dan pentingnya kepemimpinan lapangan yang efektif dalam situasi krisis.(red)







Be First to Comment