Press "Enter" to skip to content

TNI AU dan US Navy Gelar Operasi Gabungan Super Garuda Shield

Social Media Share

Pelibatan kekuatan udara dalam CALFEX dinilai menjadi elemen krusial.(Ist)

BATURAJA, NP— Latihan gabungan multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2025 mencapai puncaknya melalui pelaksanaan Combined Arms Live Fire Exercise (CALFEX) di Pusat Latihan Tempur TNI AD, Baturaja, Sumatera Selatan, Rabu (3/9/2025). Latihan ini menjadi wujud nyata komitmen Indonesia dan negara-negara mitra dalam memperkuat kerja sama pertahanan serta menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, hadir langsung menyaksikan jalannya latihan bersama Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Latihan dimulai dengan fase Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (ISR) yang dilakukan secara terpadu oleh unsur udara TNI AU dan Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy). Data intelijen yang diperoleh kemudian dijadikan dasar pelaksanaan Close Air Support (CAS) oleh pesawat tempur gabungan.

“Serangan udara presisi ini menghancurkan pertahanan lawan dan membuka jalur bagi manuver pasukan gabungan di tahap selanjutnya. Ini menegaskan peran strategis kekuatan udara dalam memastikan keunggulan di medan operasi,” ujar Kasau dalam keterangannya, Kamis (4/9/2025).

Pelibatan kekuatan udara dalam CALFEX dinilai menjadi elemen krusial dalam mendukung efektivitas operasi gabungan dan keberhasilan misi bersama.

 

Kasau Hadiri Latihan Puncak CALFEX Super Garuda Shield 2025.(Ist)

Bakti Sosial dan Kemitraan Multinasional

Usai latihan, para pimpinan matra TNI, termasuk Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali, menghadiri kegiatan bakti sosial di Lapangan Tebat Sari, Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Kegiatan sosial ini menjadi bagian dari pendekatan TNI untuk membina hubungan dengan masyarakat di sekitar wilayah latihan, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.

Turut hadir perwakilan militer negara sahabat, pejabat Kedutaan Besar Amerika Serikat, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) OKU. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan SGS 2025 sebagai platform strategis dalam memperkuat interoperabilitas dan solidaritas militer multinasional.

Latihan SGS merupakan salah satu bentuk kerja sama pertahanan terbesar di kawasan, melibatkan sejumlah negara partisipan, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan negara-negara ASEAN.(red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *