Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii saat jumpa pers penutupan Operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Makassar, Jumat (23/1/2026). (Foto: Ist)
MAKASSAR, NP — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, akibat cuaca ekstrem pada Sabtu, 17 Januari 2026, resmi ditutup. Pesawat tersebut diketahui membawa 10 penumpang on board.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan hingga akhir operasi, tim SAR gabungan berhasil menemukan 11 paket korban, terdiri atas 10 body pack dan 1 body part.
“Seluruh paket yang ditemukan telah dievakuasi dan diserahkan kepada Bidokkes Polda Sulawesi Selatan untuk proses identifikasi sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Mohammad Syafii dalam keterangan pers, Jumat (23/1/2026).
Selain korban, tim SAR gabungan juga berhasil menemukan black box pesawat pada hari kelima operasi, Jumat (23/1/2026). Saat ini, perangkat tersebut telah diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk dilakukan analisis lebih lanjut.
“Black box sedang ditangani KNKT guna kepentingan investigasi teknis untuk mengetahui penyebab kecelakaan pesawat,” katanya.
Berdasarkan hasil briefing dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pencarian dan evakuasi di lapangan, Basarnas menyatakan Operasi SAR resmi ditutup pada Jumat, 23 Januari 2026.
“Setelah mempertimbangkan seluruh hasil pencarian dan evaluasi di lapangan, maka Operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 ini kami nyatakan ditutup,” jelas Mohammad Syafii.
Meski demikian, Basarnas masih menunggu hasil resmi identifikasi dari tim forensik dan KNKT terkait kesesuaian jumlah korban dengan data manifest penumpang.
“Apabila hasil identifikasi nantinya menyatakan jumlah korban belum sesuai dengan data manifest, maka Operasi SAR dapat dibuka kembali untuk pencarian lanjutan,” tegasnya.
Penutupan operasi ini menandai berakhirnya rangkaian panjang upaya kemanusiaan yang dilakukan Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan di tengah medan ekstrem dan kondisi cuaca yang sangat menantang di kawasan Pegunungan Bulusaraung. (red)







Be First to Comment