Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggandeng organisasi masyarakat lintas agama dan organisasi kemanusiaan menggelar Halal Bi Halal sekaligus berdiskusi membahas langkah untuk menghentikan tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza, Palestina.
“Salah satu catatan yang sangat penting itu adalah pertama memang ini problem kemanusiaan ya, memang problem kemanusiaan. Tetapi penyelesaiannya bukan hanya sekadar penyelesaian darurat kemanusiaan, tapi harus ada langkah-langkah konkret, diplomasi politik, bahkan juga sempat disebut pendekatan-pendekatan militer,” kata Ketua MUI Bidang Hubungan Internasional dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul, Hakim kepada wartawan di Kantor MUI, Jakarta, Senin (14/4).
MUI mendukung fatwa yang dikeluarkan oleh International Union of Muslim Scholars yang menyerukan jihad melawan Israel. Menurut Sudarnoto, fatwa itu juga sesuai dengan hasil Ijtima Ulama MUI pada 2024 lalu.
Ia menekankan, fatwa itu bukan hanya pengingat kepada umat Muslim, tapi juga alarm untuk kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Israel.
Jihad melawan Israel itu bukan dalam arti jihad berperang. Tapi, meningkatkan kesolidan dalam rangka mendukung kedaulatan Palestina.
“Mendukung Fatwa Jihad Uni Ulama Internasional untuk jihad melawan Israel. Jihad yang dimaksud di sini adalah jihad dalam pengertian yang luas antara lain meliputi jihad diplomasi, politik, ekonomi, dan kemanusiaan,” ucap Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan.
MUI juga menyerukan penolakan usulan kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk merelokasi warga Gaza keluar dari wilayahnya. Meski begitu, MUI juga memahami usulan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evakuasi warga Gaza, tapi MUI meminta agar hal itu dikaji secara menyeluruh.
“Memahami usulan Presiden RI Prabowo Subianto untuk melakukan evakuasi kemanusiaan warga Gaza yang luka dan trauma parah serta membutuhkan penanganan kesehatan khusus untuk menjalani penyembuhan di Indonesia, dan evakuasi kemanusiaan tersebut sifatnya terbatas dan sementara, akan tetapi perlu kajian yang mendalam dan komprehensif sehingga Indonesia benar-benar siap,” kata dia.







Be First to Comment