Sekjen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir.(Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta seluruh kepala daerah segera menggalakkan gerakan menanam cabai di wilayah masing-masing sebagai langkah konkret mengendalikan inflasi. Langkah tersebut dinilai penting menyusul kenaikan harga cabai merah yang mencapai 25,64 persen pada Mei 2026.
Menurut Tomsi, pengendalian harga cabai tidak bisa terus bergantung pada distribusi pasokan dari daerah lain. Peningkatan produksi di tingkat lokal perlu dilakukan, terutama di daerah dengan tingkat konsumsi cabai yang tinggi.
“Kalau kita mengandalkan hasil perkebunan cabai merah, 80 persen itu dibeli pabrik untuk sambal botolan dan saset. Sehingga, jika mengandalkan perdagangan antarkota, volumenya tidak banyak,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang berlangsung secara hybrid dari Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, sebagaimana keterangan pers yang diterima redaksi, Senin (8/6/2026).
Tomsi menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Mei 2026, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,39 persen. Dari kelompok tersebut, cabai merah menjadi komoditas yang memberikan tekanan inflasi paling tinggi dengan andil sebesar 0,08 persen setelah mengalami kenaikan harga hingga 25,64 persen.
Ia menilai tingginya harga cabai tidak terlepas dari besarnya serapan industri pengolahan terhadap hasil produksi petani. Kondisi tersebut menyebabkan ketersediaan cabai untuk konsumsi rumah tangga menjadi lebih terbatas.
Karena itu, pemerintah daerah (Pemda) diminta mengambil langkah proaktif melalui peningkatan produksi cabai di wilayah masing-masing. Menurut Tomsi, daerah yang masyarakatnya memiliki tingkat konsumsi cabai tinggi harus mampu memenuhi kebutuhan sendiri dan tidak terus bergantung pada pasokan dari daerah lain.
“Saya ingin menjelaskan, kalau kita memahami bahwa warga masyarakat di kabupaten/kota kita adalah kelompok dominan pemakan cabai, ya bertanggung jawablah kepala daerahnya. Jangan mengandalkan kabupaten/kota lain untuk membantu,” tegasnya.
Lebih lanjut, Tomsi mengingatkan bahwa pengendalian inflasi memerlukan langkah nyata dan berkelanjutan. Untuk itu, ia meminta seluruh Pemda bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) segera menyusun strategi serta melaksanakan gerakan penanaman cabai agar gejolak harga komoditas tersebut tidak terus berulang.
“Kalau memang mampu untuk melaksanakan gerakan menanam, khususnya cabai di daerah-daerah tertentu, agar dilaksanakan,” pungkasnya.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri perwakilan berbagai kementerian dan lembaga, baik secara langsung maupun virtual. Di antaranya Badan Pangan Nasional, Kantor Staf Presiden, BPS, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kejaksaan Agung, Satgas Pangan Polri, TNI, Perum Bulog, serta jajaran pemerintah daerah. (red)







Be First to Comment