Press "Enter" to skip to content

KBRI Tokyo Jadi Contoh Diplomasi Pelayanan Publik Modern

Social Media Share

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Otok Kuswandaru dan perwakilan Kemlu, berfoto bersama , Jajaran KBRI Tokyo.

TOKYO, NP — Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus memperkuat diplomasi pelayanan publik Indonesia di luar negeri. Melalui kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) 2025, KBRI Tokyo ditetapkan sebagai salah satu perwakilan yang berhasil mengimplementasikan pelayanan publik modern yang berpadu dengan diplomasi perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI).

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Otok Kuswandaru, didampingi Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Kemlu Yulastiawarman, melaksanakan pemantauan dan evaluasi di KBRI Tokyo beberapa waktu lalu. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan langsung terhadap perwakilan RI di luar negeri untuk memperkuat diplomasi pelayanan publik.

“Pelayanan publik di luar negeri bukan hanya urusan administrasi, tetapi juga bentuk diplomasi yang menghadirkan negara untuk melindungi dan memudahkan warganya di mana pun mereka berada,” ujar Otok dalam keterangan resminya, Jumat (24/10/2025).

KBRI Tokyo dinilai berhasil menghadirkan layanan publik yang efisien, inovatif, dan humanis. Berdasarkan data Kementerian Kehakiman Jepang, jumlah WNI di Jepang meningkat pesat dari 98.865 jiwa pada 2022 menjadi 199.824 jiwa pada 2024, atau melonjak lebih dari dua kali lipat dalam dua tahun terakhir.

Menjawab tantangan tersebut, KBRI Tokyo meluncurkan sejumlah inovasi layanan, seperti Layanan Jemput Bola ke Osaka, Nagoya, dan Sapporo, serta pelayanan melalui pos dan email verification bagi WNI yang berada di luar Tokyo. Inovasi ini terbukti meningkatkan kepuasan masyarakat sekaligus memperluas jangkauan pelayanan publik Indonesia di Jepang.

Ke depan, KBRI Tokyo akan memperkuat pemutakhiran data WNI untuk mendukung mitigasi bencana dan penanganan darurat, yang akan diintegrasikan dengan sistem Lapor Diri Kemlu.

Selain itu, layanan digital berbasis online appointment dan auto-document printing tengah dikembangkan guna meningkatkan kecepatan serta transparansi pelayanan.

Tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, KBRI Tokyo juga menumbuhkan budaya kerja ASN Global—aparatur sipil negara yang profesional, inovatif, dan berorientasi pada manusia.

“KBRI Tokyo menjadi contoh bagaimana nilai-nilai pelayanan publik Indonesia dapat dikemas dalam standar layanan modern bertaraf internasional,” tutup Otok.(red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *