Last updated on 09/10/2025
Ilustrasi – Tim SAR evakuasi jenazah korban musala runtuh di Ponpes Al-Khoziny, Sidoarjo, Senin (6/10). (Dok. BNPB).
JAKARTA, NP – Sebanyak 40 dari 61 jenazah korban runtuhnya gedung musala empat lantai Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berhasil diidentifikasi pada Rabu (8/10). Termasuk di dalamnya dua dari tujuh bagian tubuh yang ditemukan tim Search and Rescue (SAR) gabungan dari balik puing reruntuhan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D, menyampaikan bahwa proses identifikasi masih terus berlangsung. “Masih ada 21 nama dan 5 potongan tubuh lainnya yang harus segera diungkap identitasnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu, (8/10/2025).
Jenazah yang telah dikenali telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa pulang ke kampung halaman masing-masing untuk dimakamkan.
Selama proses identifikasi berlangsung, para keluarga dan wali korban menunggu dengan sabar di tenda pengungsi yang didirikan di halaman Rumah Sakit Bhayangkara. Tenda berukuran 6×12 meter itu dilengkapi fasilitas permakanan, kebutuhan dasar, layanan kesehatan, dukungan psikososial, hingga pijat dan bekam gratis sesuai permintaan.
Sementara itu, posko darurat yang semula berada dekat lokasi kejadian telah dipindahkan ke kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur. Pemindahan ini seiring dengan masa transisi menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, yang kini menjadi tanggung jawab BPBD. Meski demikian, BNPB akan tetap memberikan pendampingan secara berkesinambungan.(red)







Be First to Comment