Dr. Wihaji, Menteri Kependudukan & Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN.(Ist)
JAKARTA, NP — Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia (World Contraception Day/WCD) tahun 2025 dipusatkan di Kota Metro, Lampung, pada 25 September. Kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perencanaan kehamilan dan penggunaan kontrasepsi yang aman dan efektif.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, menegaskan bahwa kontrasepsi merupakan bagian dari hak asasi manusia dalam merencanakan jumlah dan jarak kelahiran anak. “Kontrasepsi bukan pembatas, tetapi kunci masa depan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu, (28/9/2025).
Hal itu disampaikan dia dalam dialog khusus, Jumat.
Menurut Wihaji, tema WCD tahun ini, “Keluarga Berkualitas untuk Indonesia Emas 2045: Kehamilan Terencana, Keluarga Sejahtera”, menegaskan bahwa keluarga adalah fondasi utama dalam mencetak generasi unggul.
Ia menambahkan, perencanaan keluarga sangat penting untuk mencegah stunting, pernikahan dini, serta ketimpangan akses layanan kesehatan reproduksi. Program KB yang dijalankan BKKBN bersifat sukarela dengan berbagai pilihan metode kontrasepsi yang dapat disesuaikan kebutuhan pasangan.
Terkait tren childfree, Wihaji menyebut hal tersebut sebagai hak individu yang perlu dihormati, namun harus diiringi dengan edukasi dan pemahaman menyeluruh. Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan laki-laki dalam perencanaan keluarga melalui program GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia).
WCD 2025 diharapkan menjadi pengingat bahwa perencanaan keluarga adalah keputusan bersama yang berdampak besar terhadap masa depan Indonesia.(red)







Be First to Comment