Brigjen TNI (Mar) I Made Sukada menyematkan brevet dan pisau komando serta melepas tanda siswa Dikko secara simbolis kepada lulusan terbaik di Pantai Baruna, Malang Selatan (15/9/2025).(Ist)
MALANG, NP— Pendidikan Komando (Dikko) Marinir Angkatan 176 resmi ditutup dalam sebuah upacara militer di Pantai Baruna, Malang Selatan, Senin (15/9/2025). Upacara dipimpin langsung oleh Komandan Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar), Brigadir Jenderal TNI (Mar) I Made Sukada.
Penutupan Dikko menjadi akhir dari proses pendidikan keras yang ditempuh para prajurit muda Korps Marinir. Mereka yang berasal dari Pendidikan Bintara (Dikmaba) dan Tamtama (Dikmata) Angkatan 44 Gelombang 2 telah menempuh latihan selama 68 hari, mencakup berbagai tahap seperti Dasar Komando, Kelautan, Hutan dan Gunung, Operasi Khusus Gerilya Lawan Gerilya, hingga Lintas Medan.
Rangkaian penutupan ditandai dengan pelepasan tanda siswa Dikko, penyematan brevet komando, serta pemakaian pisau komando secara simbolis oleh Brigjen TNI (Mar) I Made Sukada kepada para lulusan terbaik.
Lulusan Terbaik
Pada kesempatan tersebut, prajurit yang dinobatkan sebagai lulusan terbaik adalah:
* Sersan Dua (Mar) Willi Pattiselanno** dari Dikmaba
* .Prajurit Dua (Mar) Novtri Damus Sihotang** dari Dikmata
Pesan Komandan
Dalam amanatnya, Komandan Kodikmar menegaskan bahwa kemampuan tempur yang telah dibekali selama pendidikan harus dijaga dan terus dikembangkan di satuan masing-masing. Ia mengingatkan para lulusan agar tidak cepat berpuas diri, karena perjalanan sebagai prajurit sejati masih panjang.
“Kemampuan bertempur yang saudara miliki, baik di darat, di hutan, maupun di laut, harus dapat dipertanggungjawabkan. Jangan pernah cepat puas. Masih banyak ilmu lanjutan yang akan saudara dapatkan di satuan nantinya,” ujar I Made Sukada.
Ia menekankan bahwa menjadi Marinir bukan sekadar profesi, tetapi pilihan hidup dan panggilan hati.
“Aplikasikan ilmu yang saudara dapat sebaik-baiknya, dimanapun saudara bertugas. Terus berlatih agar naluri tempur tetap terpelihara. Jadilah kebanggaan TNI Angkatan Laut, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Upacara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat itu menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk memulai pengabdian mereka di medan tugas nyata sebagai bagian dari Korps Marinir TNI AL, pasukan pendarat amfibi kebanggaan bangsa.(red)







Be First to Comment