Press "Enter" to skip to content

Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-66 Terima Kuliah Umum Mantan KSAL

Social Media Share

Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) ke-25, Laksamana TNI (Purn) Dr. Ade Supandi, S.E., M.AP., saat memberikan kuliah umum kepada 112 Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-66 di Amphitheater Gedung Samadikun Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Selasa (7/10/2026).(Foto: Ist)

 

JAKARTA, NP – Sebanyak 112 Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) Seskoal Angkatan ke-66 menerima kuliah umum dari Laksamana TNI (Purn) Dr. Ade Supandi, S.E., M.AP., mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) ke-25, di Amphitheater Gedung Samadikun Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Selasa (7/10/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema Naval Force Development, Naval Force Generation dan Naval Force Employment/Deployment dalam Perspektif Pembangunan, Pembinaan dan Penggunaan Kekuatan TNI AL itu turut dihadiri Danseskoal Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo yang diwakili Wadan Seskoal Laksamana Pertama TNI Dr. Ferry Supriady, S.T., M.M., M.Tr.Opsla., CIQaR, serta para pejabat utama Seskoal.

Dalam sambutan pengantarnya yang dibacakan Wadan Seskoal, Danseskoal menyampaikan apresiasi atas kesediaan Laksamana TNI (Purn) Dr. Ade Supandi memberikan pembekalan kepada para Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-66. “Atas nama seluruh civitas akademika Seskoal, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kesediaannya memberikan kuliah umum kepada Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-66 TA 2026,” ungkapnya.

Dalam paparannya, Laksamana TNI (Purn) Dr. Ade Supandi menjelaskan arti strategis ruang maritim Indonesia, tuntutan terhadap kekuatan pertahanan maritim, serta mandat hukum dan peran TNI Angkatan Laut. Menurutnya, perspektif pembangunan, pembinaan, dan penggunaan kekuatan TNI AL merupakan satu siklus strategis yang harus dilaksanakan secara terintegrasi.

Siklus tersebut diarahkan untuk mewujudkan kekuatan maritim Indonesia yang modern, memiliki daya gentar tinggi (deterrence effect), serta mampu berproyeksi secara global. “Pembangunan, pembinaan, dan penggunaan kekuatan TNI AL merupakan siklus strategis yang terintegrasi untuk mewujudkan kekuatan maritim yang modern, berdaya gentar tinggi (deterrence effect), dan berproyeksi global,” jelas Ade Supandi dalam kuliah umumnya.

Ia menekankan, kebijakan pembangunan kekuatan TNI AL harus selaras dengan strategi pertahanan negara, terutama dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis dan menjaga kepentingan nasional di wilayah laut.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah strategis untuk menjaga kedaulatan wilayah laut dan yurisdiksi Indonesia serta mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045. (red) 


Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *